Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

2025 Produksi Padi Gunungkidul Ditargetkan 300 Ribu Ton, Selama 2024 Alami Penurunan akibat Fenomena El Nino

Andi May • Kamis, 16 Januari 2025 | 00:43 WIB

 

 

BELUM MAKSIMAL: Petani tengah memanen padi di Kalurahan Beji, Patuk, Gunungkidul. Iklim yang tidak menentu dan fenomena El Nino menjadi penyebab penurunan produksi tanaman padi di Gunungkidul.   
BELUM MAKSIMAL: Petani tengah memanen padi di Kalurahan Beji, Patuk, Gunungkidul. Iklim yang tidak menentu dan fenomena El Nino menjadi penyebab penurunan produksi tanaman padi di Gunungkidul.  
 

 

 

GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat, produksi tanaman padi mencapai 269.841 ton pada 2024 kemarin. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan 2023 lalu yang mencapai 287.880 ton.

Iklim yang tidak menentu dan fenomena El Nino menjadi penyebab penurunan produksi tanaman padi di Gunungkidul. Akan tetapi, total produksi melebihi kebutuhan beras di Bumi Handayani.

Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono memaparkan, dari total luas panen padi yang mencapai 54.499 hektare, padi sawah menyumbang 13.938 hektare dengan produksi 89.721 ton, sementara padi gogo mencapai 40.560 hektare dengan produksi 180.120 ton."Kapanewon Semin mencatatkan angka tertinggi dengan total luas panen 5.671 hektare dan produksi 39.798 ton. Selanjutnya, Ponjong dan Karangmojo mengikuti dengan luas panen masing-masing 4.854 hektare dan 4.237 hektar," ujar Raharjo, kemarin (15/1).

Dijelaskannya, produksi padi di 2024 diperkirakan turun sekitar 30.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total 269.841 ton. Penurunan ini disebabkan oleh dampak perubahan iklim, khususnya fenomena El Nino yang menyebabkan hujan terlambat dan berakhir lebih cepat, sehingga produksi padi tidak optimal.

Dari data yang dimiliki, penurunan ini mencapai kurang lebih 10 persen dibandingkan dengan tahun 2023 yang memproduksi 287.880 ton. "Kami masih memiliki kelebihan dalam produksi beras meskipun ada penurunan, menunjukkan hingga kini tetap surplus," jelasnya.

Pihaknya optimistis dengan curah hujan yang baik di 2025, produksi padi dapat kembali optimal. Target produksi sekitar 300.000 ton. Jika cuaca mendukung dan para petani terus memantau kondisi tanaman, target tersebut dapat tercapai.

 Baca Juga: DPRD Kulon Progo Minta Pemberlakuan HPP Gabah Ke Petani Lokal Agar Disosialisasikan Lebih Dalam oleh Dispertapa

Menurutnya, sebagai respons terhadap perubahan iklim, banyak petani yang kini beralih menanam jagung. Raharjo menjelaskan, dampak El Nino membuat banyak petani beralih dari menanam padi ke menanam jagung, sehingga luas tanam jagung bertambah. "Kami mendorong petani agar waspada dan melakukan pengendalian lebih dini,” tuturnya. (ndi/din)

Editor : Din Miftahudin
#el nino #produksi #Gunungkidul #padi #iklim #Dinas Pertanian dan Pangan