Jasad pria lanjut usia (lansia) itu pertama kali ditemukan oleh istrinya bernama Suratina yang saat itu histeris melihat kondisi suaminya usai kesetrum di lokasi pembuatan tahu, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul.
Kapolsek Nglipar AKP Larso membeberkan, kronologi tewasnya pria paruh baya itu yang ditemukan tergeletak di lantai dengan sejumlah luka bakar di tangan korban.
Sebelum kejadian, korban sedang menyiapkan dagangan tahu yang hendak di jual ke pasar.
"Pada malam hari itu di tempat biasanya korban membuat tahu dalam kondisi gelap, korban kemudian menggunakan lampu penerang dengan kabel yang panjang," ujar Larso kepada awak media, Rabu (15/1).
Korban, kata Larso, saat itu seorang diri diduga memegang fiting lampu yang pecah sehingga korban tersetrum.
Merasa menunggu lama, istri korban lantas berinisiatif mencari suaminya ke lokasi kejadian.
Seketika, istri korban berteriak histeris melihat kondisi suaminya sudah tergeletak dan tak bergerak sedikit pun.
Sang istri kemudian mencabut kabel lampu yang sedang dipegang korban.
"Suratinah sempat memegang kaki korban, namun terasa seperti ada setruman listrik, sehingga melepaskan kabel yang dipegang oleh korban," ucapnya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosari. Namun, lanjut Larso, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
"Dari jasad korban, terdapat luka lecet pada pangkal jari telunjuk dan ibu jari tangan kiri, diduga kuat korban meninggal dunia akibat kesetrum," tandasnya. (ndi)
Editor : Bahana.