GUNUNGKIDUL - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat nilai investasi di Bumi Handayani mencapai Rp 551 Miliar hingga akhir 2024 lalu. Sektor pariwisata dan perdagangan menjadi magnet utama bagi investor.
Potensi alam Gunungkidul khususnya garis pantai yang membentang sejauh 70 kilometer menawarkan keindahan yang luar biasa dan daya tarik wisata yang kuat.
Sekretaris DPMPTPSP Asar Janjang Riyanto mengatakan, keindahan alam, sumber daya besar, dan lokasi strategis Gunungkidul adalah faktor utama yang menarik minat investor. Kawasan pesisir pantai selatan dengan panorama alam yang asri kini menjadi magnet investasi."Misalnya di Kapanewon Purwosari, Panggang, Tepus, dan Girisubo, yang dulunya kurang diminati, sekarang justru berkembang menjadi destinasi wisata unggulan,” ujar Asar, Minggu(12/1).
Menurutnya, keberhasilan investasi di sektor pariwisata tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mendorong peningkatan fasilitas, memperpanjang masa tinggal wisatawan, dan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.
Selain pariwisata, sektor industri juga menjadi fokus pengembangan. Kawasan industri di Candirejo, Semin seluas 1.506,5 hektare dan Mijahan, Semanu 574,8 hektare dirancang untuk mendukung sentra industri kecil dan menengah (IKM)."Di sektor kelautan dan perikanan, Gunungkidul telah mengoptimalkan Pelabuhan Perikanan Gesing dan Sadeng, serta delapan Tempat Pelelangan Ikan (TPI)," ucapnya.
Pertumbuhan investasi ini diyakini akan terus berlanjut, seiring dengan pengembangan infrastruktur dan kemudahan regulasi yang diberikan kepada investor. Dengan potensi besar yang dimiliki, Gunungkidul siap bersaing menjadi salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Ke depan, pemkab akan terus mendorong pengembangan sektor perdagangan, pariwisata, industri, pertanian, serta energi dan sumber daya mineral. “Harapannya, ini dapat membawadampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” tandasnya. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin