Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Turunkan Kemiskinan, Gunungkidul Andalkan KUR hingga Geni seko Gunung

Andi May • Sabtu, 11 Januari 2025 | 12:50 WIB

 

UPAYA: Dalam upaya menekan angka kemiskinan yang kini menyentuh 18,01 persen bagi masayarakat pra-sejahtera, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, akan mengoptimalkan Jaring Pengamanan Sosial (JPS). (FREEPIK)
UPAYA: Dalam upaya menekan angka kemiskinan yang kini menyentuh 18,01 persen bagi masayarakat pra-sejahtera, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, akan mengoptimalkan Jaring Pengamanan Sosial (JPS). (FREEPIK)
 

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Angka kemiskinan di Gunungkidul pada 2024 tercatat sebesar 15,18 persen. Data ini menunjukkan penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada pada 15,60 persen. Pemkab Gunungkidul terus mengupayakan berbagai langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan lebih jauh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan, berbagai program pengentasan kemiskinan telah dirancang untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin. "Kami terus berupaya merealisasikan program-program pengentasan kemiskinan yang lebih efektif," ujar Sri Suhartanta, Jumat (10/1).

Pihaknya menerapkan beberapa langkah strategis, seperti mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui Universal Health Coverage (UHC) integrasi BPJS, Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH). Selain itu, bantuan pendidikan melalui Beasiswa Miskin, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga menjadi prioritas.

Di bidang pemberdayaan ekonomi, pemerintah fokus pada program seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Usaha Sosial Ekonomi Produktif (USEP), pelatihan keterampilan, serta pengembangan sektor pertanian dan desa wisata. Program penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga terus didorong melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).

"Kami berkomitmen untuk menggerakkan potensi masyarakat melalui berbagai program ini demi peningkatan perekonomian," tambah Sri Suhartanta.

Suhartanta juga mengatakan, pihaknya mengutamakan pembangunan inklusif, termasuk dukungan bagi penyandang disabilitas dengan memberikan pelatihan dan alat bantu. Selain itu, program pendidikan 'Geni seko Gunung' diluncurkan untuk mendukung kegiatan pendidikan kesetaraan, terutama bagi warga usia di atas 25 tahun.

"Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga life skill yang sesuai dengan karakteristik lokal," imbuhnya.

 

Kepala Bappeda Gunungkidul Mohamad Arif Aldian menegaskan, dengan program yang ada, pihaknya menargetkan angka kemiskinan di 2025 turun hingga 14 persen. "Harapannya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul akan terus meningkat secara signifikan," ujar Arif. (ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#KIP #kis #sekda #sri #Gunungkidul #KUR #PKH #kemiskinan #bea siswa #BPJS #UHC #bpnt #kube