Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gegara Tanah Jenuh Air dan Minim Vegetasi, Bencana Longsor Timpa Rumah Warga di Ponjong Gunungkidul

Andi May • Jumat, 10 Januari 2025 | 04:30 WIB

Dokumentasi BPBD Gunungkidul

 

 

Bencana longsor menimpa rumah warga di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Rabu (8/1) kemarin.

 

 

Bencana longsor menimpa rumah warga di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Rabu (8/1) kemarin
Bencana longsor menimpa rumah warga di Kapanewon Ponjong, Gunungkidul, Rabu (8/1) kemarin

 

 

 

GUNUNGKIDUL - Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi kembali memicu bencana alam di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Dua kejadian longsor dilaporkan terjadi di Kapanewon Ponjong, masing-masing di Kalurahan Tambakromo dan Sawahan. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan pada talut dan rumah warga. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sumadi menjelaskan, karakteristik tanah jenuh air dan minimnya vegetasi turut menjadi faktor penyebab longsor. Insiden pertama dilaporkan terjadi pada Rabu (8/1) sekitar pukul 15.30 di Padukuhan Garon, Kalurahan Tambakromo, Ponjong. 

Talut batu kosong sepanjang 10 meter dengan tinggi lima meter longsor, mengakibatkan luasan longsoran mencapai tiga meter. “Meski demikian, jarak titik longsor dengan rumah warga sejauh 15 meter masih aman," ujar Sumadi,Kamis (9/1).

Kerja bakti pembersihan material longsor dijadwalkan pada Kamis pagi (9/1) dengan melibatkan warga sekitar. "Kami juga telah mengirimkan logistik untuk mendukung kegiatan tersebut," tuturnya.

Lebih parah, longsor di Padukuhan Sawur, Kalurahan Sawahan, RT 6, terjadi pada sore harinya sekitar pukul 16.30. Hujan deras yang mengguyur sejak siang menyebabkan tebing tanah setinggi 30 meter dengan panjang 20 meter longsor dan menimpa rumah milik warga bernama Satin.

"Longsoran tersebut mengakibatkan tembok rumah sepanjang 2,5x4 meter roboh, satu bak tampungan air rusak, dan sumur tertimbun material longsor," jelasnya.

Lurah Sawahan Suwarto menyampaikan, selain di RT 6, longsor juga terjadi di tiga lokasi lain di Padukuhan Sawur. Dua lokasi di antaranya hanya menimbulkan kerusakan kecil dan tidak membahayakan rumah warga, namun tetap harus diwaspadai.

“Hujan deras berlangsung cukup lama mulai sekitar pukul 14.00. Akibatnya, total ada empat titik longsor di dusun kami,” ujar Suwarto.

Kerugian akibat longsor yang menimpa rumah Satin ditaksir mencapai Rp 10 juta untuk kerusakan langsung. Namun, Suwarto menyebutkan, rencana relokasi rumah ke lokasi yang lebih aman memerlukan anggaran hingga Rp 70 juta. 

BPBD Gunungkidul terus melakukan asesmen ulang untuk memastikan kondisi lokasi terdampak dan mengirimkan bantuan logistik berupa makanan serta peralatan pendukung kegiatan kerja bakti. (ndi/pra)

­

Editor : Heru Pratomo
#jenuh #Bencana Alam #Gunungkidul #Cuaca Ekstrem #Ponjong #Air #BPBD #minim #Talut #tanah #vegetasi