Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inovasi dari Ngestirejo Gunungkidul, dalam 10 Hari Mampu Hasilkan 1.000 Inasea Skincare Berbahan Dasar Rumput Laut

Andi May • Minggu, 5 Januari 2025 | 14:30 WIB

 

 

Photo
Photo

 

Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Jala Arta, warga Kalurahan Ngestirejo, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, mengolah rumput laut menjadi produk skincare.

Inovasi tersebut digagas oleh perangkat kalurahan setempat yang bekerjasama dengan salah satu seorang akademisi dari UPN Veteran Yogyakarta. Dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut, khususnya rumput laut, bumdes ini menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian warga setempat.

Ketua Bumdes Jala Arta Alfian Reza mengatakan, produk skincare bernama 'Inasea' yang terinspirasi dari potensi laut sebagai sumber kehidupan desa. Ada tiga jenis produk yang diproduksi yakni day cream, hand body lotion dan lulur.

Proses produksinya menggunakan alat yang sebagian besar didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais) DIJ dan mendapatkan pendampingan orang-orang yang ahli farmasi. “Dalam satu siklus produksi selama 10 hari, kami mampu menghasilkan hingga 1.000 unit dari berbagai jenis produk," ujar Reza kepada Radar Jogja, Jumat (3/1).

Reza menjelaskan, keunggulan produk Inasea terletak pada bahan-bahannya yang alami, seperti rumput laut dan aloe vera, yang sebagian besar diperoleh dari sekitar Gunungkidul. Produk ini bekerja secara alami untuk melembapkan, mengencangkan, dan mencerahkan kulit, meski tidak memberikan hasil instan seperti memutihkan kulit secara cepat. "Semua produk kami telah mendapatkan BPOM pada Oktober 2024 kemarin, rencana akan kami luncurkan pada bulan ini (Januari,Red)," ucapnya.

Riza juga menyebutkan, mayoritas pekerja di unit produksi ini adalah perempuan lokal, memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat desa sekaligus meningkatkan ekonomi desa. Produk ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan sambil memperkenalkan kualitas produk berbasis lokal. “Kami ingin mengangkat nama Ngestirejo di tingkat nasional, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja. Dengan kosmetik ini, kami berharap masyarakat bisa lebih percaya diri dan bangga dengan produk asli desa,” jelasnya.

 Baca Juga: Bukan Lagi Mass Tourism, Pemprov DIY Promosikan Pantai di Gunungkidul dan Kulon Progo untuk Quality Tourism

Usai peluncuran, lanjut Riza, produk ini dijual dengan harga terjangkau: Rp 15.000 untuk lulur, Rp 25.000 untuk hand body lotion, dan Rp 30.000 untuk day cream. Harga ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kalangan, sekaligus memperkenalkan produk berbasis lokal yang berkualitas tinggi.

Melalui produk skincare ini, pihaknya berharap masyarakat dapat lebih percaya diri menggunakan produk asli desa mereka sendiri dan bangga dengan potensi lokal yang dimiliki. Mengolah rumput laut menjadi skincare adalah bukti bahwa inovasi dapat lahir dari mana saja. (ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#BUMDes #Danais #body lotion #Gunungkidul #aloe vera #Tanjungsari #lulur #upn veteran #Ngestiharjo #skincare #hasil laut #rumput laut #day cream #BPOM