GUNUNGKIDUL - Seorang wisatawan Pantai Watu Kodok, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul mengalami pingsan saat berada bermain air, Rabu (1/1/2025) siang.
Peristiwa ini menimpa Juharti, 30, warga Kopeng, Semarang, Jawa Tengah, yang tengah menikmati liburan bersama keluarganya. Diduga karena kelelahan, korban kehilangan kesadaran dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Melihat Kondisi Pascamalam Tahun Baru, 2025 Jogja Darurat Sampah Belum Akan Berakhir
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah Operasi II Surisdiyanto mengatakan, korban bersama keluarga tiba di Pantai Baron pada pukul 11.00 WIB. Korban kemudian bermain air di tepi pantai meskipun sedang terjadi ombak yang tinggi.
“Korban diduga kelelahan karena bermain air terlalu lama tanpa memperhatikan kondisi tubuhnya. Akibatnya, ia tiba-tiba pingsan di dalam air,” ujar Surisdiyanto.
Baca Juga: Peparda 2025 Kemungkinan Mundur Oktober, NPCI DIY Usulkan Ada 16 Cabor yang Dipertandingkan
Melihat korban jatuh tak sadarkan diri, beberapa pengunjung lain segera berteriak meminta bantuan. Petugas SAR yang berjaga di sekitar pantai segera bergerak cepat. Mereka berhasil mengangkat korban dari air dan membawanya ke pendapa terdekat untuk diberikan pertolongan pertama.
“Namun karena kondisi korban masih lemah, kami memutuskan untuk membawanya ke RSUD Saptosari untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Hasil pemeriksaan rumah sakit, kata Surisdiyanto, korban mengalami kelelahan yang cukup berat. Kondisi korban berangsur stabil stabil setelah mendapatkan perawatan intensif.
Pihaknya mengimbau wisatawan untuk selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama beraktivitas di area pantai. Pengunjung tidak memaksakan diri bermain air jika merasa lelah atau tidak dalam kondisi prima.
Meningkatnya jumlah pengunjung juga membuat petugas SAR harus bekerja ekstra untuk memastikan keamanan di area pantai.
"Libur akhir tahun ini, suasana pantai dipadati pengunjung, kami terus melalukan pemantauan agar peristiwa yang membahayakan keselamatan wisatawan dapat segera ditangani," tandasnya.(ndi)
Editor : Sevtia Eka Novarita