GUNUNGKIDUL - Jalan pengganti tanjakan Clongop, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul mulai dibuka kembali, Rabu (1/1).
Infrasruktur jalan itu juga disuguhi pemandangan yang indah dari ketinggian bukit. Nampak jalan mulai ramai pengendara yang ingin merasakan mulusnya jalan baru tersebut. Tak sedikit, pengendara memilih menepi terlebih dahulu untuk menikmati pemadangan sebelum melanjutkan perjalanannya kembali.
Warga setempat Suronto mengatakan, jalan pengganti sangat membantu masyarakat sekitar.Tanjakan yang curam ditanjakan sering menjadi lokasi rawan kecelakaan. Dia berharap dengan dinormalisasikannya jalan ini, akses masyarakat jauh lebih aman. “Dulunya di sini memang tanjakannya sangat curam dan sering kecelakaan,” ujar Suronto kepada Radar Jogja.
Jalan lama yang terkenal curam kini difungsikan untuk kebutuhan lain, seperti akses infrastruktur PLN dan jalur menuju ladang warga. Meski demikian, jalan baru ini dinilai masih memiliki tantangan, terutama pada kontur tanah di sekitar tebing. Penerangan jalan sudah cukup, tetapi tebing-tebing di sekitar masih rawan longsor. “Beberapa titik bahkan sudah mengalami longsor," ucapnya.
Jalan Hargomulyo-Watugajah itu sempat ditutup karena proses pengerjaan jalan pengganti sejak April 2024. Sebab, jalan sebelumnya dinilai memiliki tanjakan yang sangat ekstrem dan berbahaya bagi pengendara motor maupun mobil yang melintas. Proyek pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer dengan nilai kontrak Rp 60 miliar itu dikerjakan oleh PT Suradi Sejahtera Raya. Anggaran berasal dari Dana Keistimewaan (Danais) DIJ.
Kepala Proyek PT Suradi Sejahtera Raya Apri Novianto mengatakan, jalan pengganti memiliki empat kelok dengan tingkat kemiringan yang lebih landai. Sedangkan jalan sebelumnya hanya satu kelok dan memiliki tanjakan yang curam.
"Sekarang sudah bisa dilewati, Alhamdulillah kami dapat selesaikan tepat waktu," ujar Apri.
Dia memaparkan, jalan pengganti tanjakan Clongop memiliki kelandaian 12 persen. Sedangkan, jalan sebelumnya mencapai 25 persen-30 persen. Sepanjang jalan dilengkapi dengan pampu penerangan jalan. Dia mengakui, jalan penganti tersebut memiliki tingkat kerawanan bencana longsor.
Namun begitu, hal itu tengah dikaji oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIJ. "Untuk masa pemeliharaan jalan pengganti tesebut selama satu tahun hingga Desember 2025 mendatang," jelasnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo