GUNUNGKIDUL - Jalan pengganti tanjakan Clongop atau Jalan Hargomulyo - Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul akan dibuka pada 1 Januari 2025 mendatang. Pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer itu sempat ditutup sejak Juli 2024 lalu. Proyek infrastruktur tersebut memasuki tahapan penyelesaian.
Kepala Proyek PT Surafi Sejahtera Raya Apri Novianto mengatakan, tengah melalukan pembersihan badan jalan dan sisa-sisa material. Selain itu, tahapan pengecetan dan persiapan teknis lainnya. "Untuk saat ini, kami memberlakukan buka-tutup jalan, kebanyakan adalah warga lokal yang pulang bekerja,” jelasnya, Senin (30/12).
Apri mengakui, proyek pembangunan jalan sempat mengalami kendala akibat hujan deras. Pasalnya, dinding penahan tanah ambruk akibat tertimpa longsor dari atas bukti. Namun, permasalahan tersebut dapat segera tertangani dalam beberapa hari.
Pihaknya juga menjaminkan pemeliharaan hingga Desember 2025 jika terjadi kerusakan pada infrastruktur jalan. Selain badan jalan, proyek pengerjaan juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan sebanyak 80 unit, yang kini telah dikerjakan secara bertahap. Kemudian, pemasangan logo Danais berukuran 7,5 x 2 meter.
Meskipun dijadwalkan akan dibuka pada awal Januari 2025, sekitar 200 meter dari lokasi jalan pengganti mengalami amblas. Setengah dari badan jalan retak dan rawan akan longosr.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIJ Anna Rina Herbranti mengatakan, kondisi jalan tersebut masih rawan untuk dilalui. Tanah di sekitar lokasi tersebut masih mengalami pergerakan akibat cuaca ekstrem yang terus berlangsung, sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Gunungkidul, Polsek, dan lurah setempat untuk mengantisipasi situasi ini," ujar Anna.
Tengah dilakukan kajian mendalam terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi. Proses analisis dan perhitungan konstruksi yang sesuai juga tengah diupayakan, termasuk estimasi kebutuhan anggaran. Namun, hingga kini, anggaran penanganan untuk lokasi tersebut belum tersedia.(ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo