GUNUNGKIDUL – Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul menyiapkan langkah antisipasi lonjakan harga tabung gas 3 kilogram di pasaran. Setelah Pemprov DIJ mengeluarkan Surat Keputusan (SK) terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) tabung gas 3 kilogram yang semula Rp 15.500 kini menjadi Rp 18.000.
Kepala Disdag Gunungkidul Kelik Yuliantoro mengatakan, kenaikan harga tersebut telah diterapkan pada seluruh agen LPG di Bumi Handayani. Meskipun adanya kenaikan harga pada agen, pihaknya memastikan tidak akan berpengaruh pada harga di pasaran. "Penyesuaian harga untuk agen-agen penjual gas telah berlaku sejak 10 Desember 2024 kemarin, kami pastikan tidak ada lonjakan harga di pasaran," ujar Kelik, Kamis (12/12).
Berdasarkan pemantauan, kata Kelik, harga tabung gas melon di pasaran berkisar Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu. Harga tersebut juga sesuai dengan sebelum adanya kenaikan HET yang ditetapkan. "Harga masih sama seperti sebelumnya, belum ada lonjakan, mengenai itu kami telah mewaspadai," ucapnya.
Baca Juga: Sempat Ditutup karena Lakukan Kecurangan, SPBU Janti Sudah Kembali Beroperasienurutnya, potensi kenaikan harga dapat terjadi jika ada kelangkaan tabung gas 3 kg di Gunungkidul. Peningkatan permintaan disinyalir dapat terjadi pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Kelik menyebut, stok di Gunungkidul dalam kategori aman.
Pihaknya juga telah mengajukan tambahan pasokan gas sebanyak 25 persen dari kuota setiap bulannya. "Pasokan perbulan biasanya 500 ribu tabung, kami telah mengajukan tambahan 25 persen, demi memastikan tidak ada kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran," terangnya.
Di sisi lain, pelaku usaha angkiran Wiyoto mengaku khawatir akan kenaikan harga tabung gas 3 kilogram. Dia berharap harga di pasaran tetap stabil dan tidak ikut naik.
"Biasanya satu tabung gas untuk satu hari berdagang, semoga harganya tetap stabil, kan yang naik hanya di agen," ujar Wiyoto.
Dia mengaku, tabung gas melon dibelinya dengan harga Rp 22.000 untuk sehari pemakaian. Ketakutan terjadi pada kelangkaan dan melonjaknya harga sehingga kesulitan untuk membeli tabung gas melon. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo