GUNUNGKIDUL - Jalan baru Tawang-Ngalang di Padukuhan Karang, Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul ambles akibat diguyur hujan. Infrastruktur yang belum setahun itu turun hingga kedalaman 20 sentimeter dari permukaan jalan.
Kepolisian terpaksa menutup sebagian akses jalan di lokasi tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Apalagi, jalan tersebut merupakan salah satu jalur alternatif yang disiapkan untuk wisatawan menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Baca Juga: Performa Buruk, PSS Sleman Akan Rombak 50 Persen Tim, Nasib Mazola Junior Ditentukan Desember Ini
Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto mengatakan, pihaknya telah memasang garis polisi pada lokasi yang mengalami ambles akibat hujan. Dengan tujuan sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan untuk hati-hati. "Jadi hanya satu jalur saja, pengendara roda dua maupun roda empat masih diperbolehkan tetapi harus tetap berhati-hati," ujar Suryanto kepada awak media kemarin (11/12).
Baca Juga: Performa Buruk, PSS Sleman Akan Rombak 50 Persen Tim, Nasib Mazola Junior Ditentukan Desember Ini
Dijelaskannya, jalan ambles akibat intensitas hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ambles mencakup panjang sekitar 4 meter, lebar 0,5 meter, dan kedalaman 20 sentimeter.
"Bagian yang ambles berada di pinggir hingga hampir ke tengah jalan. Jika tidak dipasangi garis polisi, dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan bagi pengendara yang tidak menyadarinya," tambahnya.
Baca Juga: Jadi Piloting Kios Adminduk, 46 Desa dan 2 Kelurahan di Purworejo Diberi Akses Adminduk
Sementara itu, Kepala Dinas PUPESDM DIY Anna Rina Herbranti menyatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait insiden ini dan sedang mempersiapkan perbaikan jalan.
"Amblesnya perkerasan ruas Jalan Tawang-Ngalang Km 7+00 disebabkan oleh curah hujan yang tinggi (ekstrem)," jelas Anna.
Dia pun memastikan akan segera melakukan pengembalian kondisi. Sekarang, persiapan material serta alat untuk menangani kerusakan jalan tengah dipersiapkan. Setidaknya, butuh waktu dua hari untuk perbaikan jalan tersebut. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita