GUNUNGKIDUL - Dari tahun ke tahun jumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handyani terus meningkat. Pada 2019, pelanggan mencapai 49 ribu sambungan rumah hingga pada 2024 menjadi 61 ribu sambungan.
"Cakupan pelayanan teknis juga terus meningkat dari 20,28 persen pada 2020 menjadi 22,91 persen pada 2024, kami menargetkan 23 persen tahun depan dengan fokus wilayah yang sulit mendapatkan air baik musim kemarau maupun musim penghujan," ujar Direktur Utama PDAM Tirita Handayani Toto Sugiharto, Selasa (10/12).
Pihaknya bersama Pemkab Gunungkidul terus memperkuat pelayanan dengan membangun infrastruktur baru. Salah satunya adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) di instalasi kota kecamatan (IKK) Ngobaran Baru dengan kapasitas 50 liter per detik.
Baca Juga: General Manager Hotel Royal Ambarrukmo Herman Courbois, Bahagia jika Tamu-Tamu Hotel Nyaman
Baca Juga: Baru Sekali Menang di Stadion Manahan Solo, Mazola Junior Sebut Memang Bukan Kandang PSS Sebenarnya
Infrastruktur ini, yang dibangun sejak 2023 dengan nilai kontrak Rp43,94 miliar, melayani wilayah Saptosari, Panggang, Paliyan, dan Purwosari.
Selain itu, IPA Seropan di Kalurahan Gombang, Ponjong, yang dibangun oleh Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) DIY dengan nilai Rp37,7 miliar, telah selesai pada Desember 2023. "Dengan kapasitas 100 liter per detik, IPA ini memenuhi kebutuhan masyarakat di Wonosari bagian timur, Karangmojo, Semanu, dan Ponjong," ucapnya.
Pihaknya juga berencana membangun IKK Tanjungsari pada 2025 dengan kapasitas 50 liter per detik. Proyek ini akan melayani wilayah tengah selatan seperti Saptosari, Tepus, Rongkop, dan kawasan wisata di Pantai Pulang Sawal.
Toto memaparkan, dalam lima tahun terakhir kontribusi PAD meningkat dari Rp1,9 miliar menjadi lebih dari Rp4,1 miliar. Pihaknya juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi air hingga 250 liter per detik pada 2025. "Dengan harapan kami berupaya memberikan layanan optimal, berkontribusi pada pembangunan daerah, dan memastikan tidak ada lagi masyarakat yang kekurangan air bersih,” tandasnya. (ndi)
Editor : Heru Pratomo