GUNUNGKIDUL - Pekerjaan jalan pengganti tanjakan Bukit Clongop, Gedangsari, Gunungkidul memasuki tahap finalisasi atau mencapai 95 persen. Akan tetapi, dalam tahapannya, jalan baru yang belum diresmikan itu malah tertutup material longsor, Sabtu (7/12) lalu.
Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto mengatakan, material longsor menutup total jalan baru tersebut. Penanganan material longsor dilakukan oleh pekerja proyek jalan baru tersebut. "Kami pastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa, saat itu tidak ada aktivitas di sekitar sebelum terjadi longsoran," ujar Suryanto saat dihubungi, Senin (9/12).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIJ Tri Murtoposidi mengatakan, longsor tersebut mengakibatkan material menutup badan jalan dan menyebabkan kerusakan infrastruktur.
“Kami sudah menerima laporan mengenai lomgsor dan langsung berkoordinasi dengan tim di lapangan. kami akan menggelar rapat untuk menentukan langkah-langkah penanganan,” ujar Tri, Senin (9/12).
Padahal, proyek jalan tersebut telah mencapai 95 persen. Jalan baru dengan panjang 2,5 kilometer itu diproyeksikan dapat menggantikan jalan yang dinilai memiliki tanjakan yang sangat ekstrem. Tahapan pekerjaaan telah memasuki pengaspalan lapisan terkahir.
Tri mengungkapkan, kondisi ini diperburuk oleh cuaca ekstrem yang terjadi belakangan. Desain jalan sebelumnya sudah melalui kajian dan disesuaikan dengan anggaran. Namun, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu kendala.
Terkait kerusakan akibat longsor, Tri menjelaskan dinding penahan tanah dan badan jalan terdampak cukup serius. Shortcrete di beberapa titik juga ada yang lepas. "Kami perlu mengevaluasi apakah dinding penahan tanah perlu ditinggikan atau ada langkah mitigasi lainnya, kami akan kaji lebih mendalam,” katanya.
Menurut Tri, sepanjang jalan baru tersebut tidak terdapat rumah atau lapak warga yang terdampak langsung oleh longsor. Namun, ia mengakui wilayah ini tergolong rawan longsor, terutama di musim hujan. "Untuk itu, kami akan memasang papan peringatan di area rawan dan menjadikan ini catatan penting untuk libur Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.
Secara keseluruhan, jadwal rampung proyek pengerjaan jalan baru tersebut diharapakan tetap sesuai target. Jika ada kendala waktu akibat faktor cuaca, pihaknya akan memberikan kompensasi berupa perpanjangan waktu pelaksanaan kepada pelaksana. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo