GUNUNGKIDUL - Kebakaran hebat melanda Pasar Trowono, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, Jumat (6/12) sekitar pukul 01.45 WIB.
Peristiwa itu mengakibatkan 54 kios pedagang hangus terbakar.
Menurut keterangan warga sekitar Sri Nuryani (40), dirinya mengetahui kejadian itu saat api sudah mulai membesar. Saat itu, pasar belum ada aktivitas.
"Saat itu warga sedang tidur, ketahuan ketika api sudah mulai membesar," ujar Nuryani kepada awak media, Jumat (6/12).
Api melahap hampir keseluruhan kios di pasar. Sebab, api terus merembet hingga ke kios-kios lainnya.
Namun begitu, belum diketahui asal muasal api tersebut.
"Pemadam kebakaran datang sekitar pukul 02.15 WIB, api dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dan warga," ucapnya.
Salah seorang pedagang sembako yang ikut terdampak Tumirah (50) mengatakan, kejadian kebakaran diketahuinya setelah mendapatkan informasi dari warga.
"Ketika saya sampai pasar, api sudah besar kios saya juga ikut terbakar," ujar Tumirah.
Saat melihat kejadian itu, kata Tumirah, tak ada lagi barang-barang yang dapat diselamatkan.
Bahkan, untuk masuk ke dalam kios dirinya pun tidak sanggup melihat kobaran yang begitu besar.
"Semuanya hangus, beras, telur dan jual-jualan lain ikut hangus," ucapnya.
Menurutnya, kerugian yang dialaminya seorang diri akibat insiden kebakaran mencapai Rp 30 juta.
Usai api padam, Tumirah mencoba mencari barang-barangnya yang masih tersisa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono mengungkapkan, sekitar 54 kios hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran Pasar Trowono.
"Api tidak membakar semua kios, aktivitas pasar lumpuh sebagian," ujar Purwono.
Purwono juga memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam insiden itu. Api berhasil dipadamkan sekitar 05.00 WIB.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Kepolisian tengah melakulan olah tkp untuk mengetahui asal muasal dari api yang memicu kebakaran hebat tersebut.
"Penanganan sementara membantu warga menyelamatkan barang-barang yang tersisa, serta perbaikan," ucapnya. (ndi)
Editor : Bahana.