GUNUNGKIDUL - Pembangunan fisik kawasan konservasi satwa ekosistem karst di Gunungkidul mulai dikerjakan. Kawasan konservasi itu didirikan di Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul.Wilayah konservasi diproyeksikan menampung binatang-binatang yang hidup di batuan karst seperti, kelompok aves, reptil dan monyet ekor panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, pengerjaan memasuki tahapan pembangunan pagar. Pembangunan fisik tersebut telah dilakukan sejak 18 Oktober lalu. "Pembangunan pagar kami targetkan rampung 18 Desember 2024 nanti, sesuai jadwal 60 hari kalender," ujar Hary, Senin (18/11).
Untuk pembangunan pagar memakan anggaran Rp 1,1 Miliar meliputi pengenrjaaan penyelenggaraan sistem manajemen keselamatan konstruksi dan papan nama, pekerjaan pagar BRC (Tipe A), galian tanah dan urukan, pekerjaan beton, dan lain-lain. Anggaran pembangunan berasal dari Dana Keistimewaan DIJ dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul. "Dalam rangka ruang satuan ruang strategis Kasultanan dan Kadipaten, selain itu juga memanfaatkan lokasi strategis pantai Selatan," tuturnya.
Dikatakannya, proses pengerjaan bangunan pagar sempat terkendala cuaca buruk. Namun begitu, pihaknya berupaya agar pekerjaan dapat rampung sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Pihaknya juga bakal menyiapkan kandang-kandang besar untuk tempat Aves dan jenis burung lainnya. Selain itu, wilayah konservasi juga dipastikan memiliki klinik kesehatan hewan dengan petugas kesehatan hewan profesional."Upaya kami dalam menjaga kelestarian ekosistem sumber daya alam yang hidup di kawasan karst, seperti diketahui, 51 persen wilayah Gunungkidul merupakan kawasan karst," ucapnya.
Kawasan konservasi juga diharapkan dapat menjadi wadah edukasi untuk memberi pemahaman mengenai sumber daya alam yang ada di kawasan karst. Baik kepada masyarakat maupun kepada wisatawan.(ndi/din)
Editor : Din Miftahudin