Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Segara Inlineskate Gunungkidul, Komunitas Sepatu Roda yang Terlurkan Atlet Cilik Berbakat

Andi May • Minggu, 17 November 2024 | 16:00 WIB
FOKUS: Aggota Komunitas Sepatu Roda Segara Inlineskate Gunungkidul saat bermain sepatu roda.
FOKUS: Aggota Komunitas Sepatu Roda Segara Inlineskate Gunungkidul saat bermain sepatu roda.

GUNUNGKIDUL - Gelar juara umum kelas standar kompetisi olahraga sepatu roda masih melekat pada atlet cilik Komunitas Segara Inlineskate Gunungkidul. Raihan tersebut diperoleh pada beberapa kompetisi. Salah satunya Piala Bupati Bantul Bantul 2024 lalu. 

Lewat Komunitas Segara Inlineskate, atlet sepatu roda cilik asal Gunungkidul mengembangkan kemampuan kecepatan hingga menerima beragam prestasi. Komunitas yang mayoritas beranggotakan anak-anak, mampu menghidupkan olahraga sepatu roda di Bumi Handayani.

 Baca Juga: Dua Pemain Asing PSS Sleman Sudah Membaik, Kini dalam Masa Pemulihan pasca Cedera

Pendiri Komunitas Segara Inlineskate Gunungkidul Tri Budiarto mengatakan, terbentuknya komunitas dilatarbelakangi kecintaaannya terhadap olahraga sejak 2014 silam. Dia bersama istrinya, sudah lama menggemari sepatu roda. “Dengan itulah kami ingin menghidupkan olahraga tersebut di Gunungkidul," ujar Tri kepada Radar Jogja, Jumat (15/11/2024). 

 Baca Juga: Buntut Penganiayaan di Jambusari, Polresta Sleman Gerebek Rumah Terduga Pelaku, Tangkap Empat Orang dan Puluhan Senjata Tajam

Awal komunitas berdiri, Tri mengaku kesulitan untuk mencari anggota. Sebab masyarakat masih menilai sepatu roda sebagai olahraga mahal. Namun dia terus menyosialisasikan olahraga tersebut. Salah satunya kepada pelajar di sekolah untuk memantik semangat agar lebih rutin berolahraga dan hidup sehat. 

 Baca Juga: Buntut Penganiayaan di Jambusari, Polresta Sleman Gerebek Rumah Terduga Pelaku, Tangkap Empat Orang dan Puluhan Senjata Tajam

"Ditambah lagi, olahraga sepatu roda ini dapat menciptakan rasa percaya diri yang tinggi, rasanya seperti berolahraga sambil bermain," tuturnya. 

Sosialisasi ke sekolah juga dilakukan agar dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, menggali bakat anak-anak dalam bidang olahraga yang dikuasai. 

 Baca Juga: Alokasikan Anggaran Rp 1,35 Miliar untuk Pamsimas 2025, sebagai Upaya Menuntaskan Kekeringan di Bantul

Tepat pada 2017, Segara Inlineskate Gunungkidul diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul. Atlet-atlet cilik asuhan Segara Inlineskate mampu bersaing di beberapa kompetisi daerah maupun nasional. 

 

"Nama kami semakin terangkat, anak-anak juga antusias untuk bergabung dengan kami, total anggota sekarang mencapai 57 orang," tuturnya. 

 

Menurutnya, olahraga sepatu roda tidak akan ketinggalan zaman. Olahraga tersebut juga menjadi kegiatan positif bagi anak-anak masa kini. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dari keberhasilan para atlet. 

"Apalagi sekarang makin banyak kompetisi olahraga sepatu roda, tentunya anak-anak Gunungkidul dapat ikut serta menjadi atlet profesional," jelasnya. 

 Baca Juga: Alokasikan Anggaran Rp 1,35 Miliar untuk Pamsimas 2025, sebagai Upaya Menuntaskan Kekeringan di Bantul

Tri mengatakan, anak-anak selalu mendapatkan pendampingan dari pelatih-pelatih profesional. Latihan rutin dilakukan di area Parkiran Pasar Hewan Siyono, Playen, Gunungkidul. "Selain kami awasi, anak-anak dipastikan mengenakan perlengkapan safety. Baik saat latihan maupun mengikuti kompetisi," tandasnya. (ndi/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kelas standar kompetisi olahraga sepatu roda #atlet cilik #pelajar #Komunitas Segara Inlineskate Gunungkidul #gelar #anak - anak #prestasi 1 tahun bupati tuban #juara umum