GUNUNGKIDUL - Gelar juara umum kelas standar kompetisi olahraga sepatu roda masih melekat pada atlet cilik Komunitas Segara Inlineskate Gunungkidul. Raihan tersebut diperoleh pada beberapa kompetisi. Salah satunya Piala Bupati Bantul Bantul 2024 lalu.
Lewat Komunitas Segara Inlineskate, atlet sepatu roda cilik asal Gunungkidul mengembangkan kemampuan kecepatan hingga menerima beragam prestasi. Komunitas yang mayoritas beranggotakan anak-anak, mampu menghidupkan olahraga sepatu roda di Bumi Handayani.
Baca Juga: Dua Pemain Asing PSS Sleman Sudah Membaik, Kini dalam Masa Pemulihan pasca Cedera
Pendiri Komunitas Segara Inlineskate Gunungkidul Tri Budiarto mengatakan, terbentuknya komunitas dilatarbelakangi kecintaaannya terhadap olahraga sejak 2014 silam. Dia bersama istrinya, sudah lama menggemari sepatu roda. “Dengan itulah kami ingin menghidupkan olahraga tersebut di Gunungkidul," ujar Tri kepada Radar Jogja, Jumat (15/11/2024).
Awal komunitas berdiri, Tri mengaku kesulitan untuk mencari anggota. Sebab masyarakat masih menilai sepatu roda sebagai olahraga mahal. Namun dia terus menyosialisasikan olahraga tersebut. Salah satunya kepada pelajar di sekolah untuk memantik semangat agar lebih rutin berolahraga dan hidup sehat.
"Ditambah lagi, olahraga sepatu roda ini dapat menciptakan rasa percaya diri yang tinggi, rasanya seperti berolahraga sambil bermain," tuturnya.
Sosialisasi ke sekolah juga dilakukan agar dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu, menggali bakat anak-anak dalam bidang olahraga yang dikuasai.
Tepat pada 2017, Segara Inlineskate Gunungkidul diakui secara resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul. Atlet-atlet cilik asuhan Segara Inlineskate mampu bersaing di beberapa kompetisi daerah maupun nasional.
"Nama kami semakin terangkat, anak-anak juga antusias untuk bergabung dengan kami, total anggota sekarang mencapai 57 orang," tuturnya.
Menurutnya, olahraga sepatu roda tidak akan ketinggalan zaman. Olahraga tersebut juga menjadi kegiatan positif bagi anak-anak masa kini. Kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dari keberhasilan para atlet.
"Apalagi sekarang makin banyak kompetisi olahraga sepatu roda, tentunya anak-anak Gunungkidul dapat ikut serta menjadi atlet profesional," jelasnya.
Tri mengatakan, anak-anak selalu mendapatkan pendampingan dari pelatih-pelatih profesional. Latihan rutin dilakukan di area Parkiran Pasar Hewan Siyono, Playen, Gunungkidul. "Selain kami awasi, anak-anak dipastikan mengenakan perlengkapan safety. Baik saat latihan maupun mengikuti kompetisi," tandasnya. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita