Penelitian Usai, Temuan Gua di Jalur Jalan Lintas Selatan Dipertahankan, DPUPESDM DIY Berikan Syarat Ini

Agung Dwi Prakoso • Dipublikasikan Selasa, 5 November 2024 | 22:17 WIB
   Tim peneliti UGM melakukan penelusuran temuan gua di JJLS, Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (23/10) sore.
  Tim peneliti UGM melakukan penelusuran temuan gua di JJLS, Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Rabu (23/10) sore.

JOGJA - Agenda penelitian dan pemetaan topografi di temuan g area Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Planjan, Saptosari, Gunungkidul telah selesai. Tim penelitian yang dipimpin oleh pakar Geomorfologi UGM, Prof Eko Haryono menyimpulkan hasil temuan di gua tersebut. 

Metode survei yang digunakan dalam penelitian tersebut dengan Georadar dan Geolistrik. Hasil penelitian telah diterima pihak Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESM) DIY Senin (4/11/2024). 

Kepala DPUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan penampakan gua tersebut masih indah dengan ornamen lengkap. Terletak di kawasan karst Gunung Sewu, gua tersebut seluas 497,57 m2 dengan panjang 35,55 meter dan lebar 22,86 meter. 

"Gua dengan ornamen aktif seperti itu termasuk dalam kategori fitur karst yang harus dilindungi," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/11). 

Dalam penelitian tersebut, disimpulkan bahwa keberadaan gua sebagian besar membentang miring ke dalam tebing atau menjauh dari badan JJLS. Namun, sebagian kecil lorong gua berada di luar tebing masuk dalam area yang direncanakan menjadi bahu jalan JJLS. 

"Hasil analisa, sisi sebelah timur gua terdapat rekahan-rekahan baruan di bahwa permukaan, namun tidak mengindikasikan adanya gua/rongga," jelasnya. 

Dari hasil penelitian tersebut, DPUPESDM merekomendasikan untuk pembangunan JJLS untuk dapat dilanjutkan dengan memberi jarak aman (buffer) antara dinding gua terluar dengan rencana tebing hasil pengeprasan bukit. Jaraknya kurang lebih dua meter dari bagian terluar gua yang menjorok ke rencana jalan JJLS (pada posisi ketinggian saat ini). 

"Sesuai kestabilan lereng lahan yang akan dibuat," tuturnya. 

Selain itu, pihaknya juga merekomendasikan untuk memberi tambahan penstabil lereng di tebing-tebing yang berbatasan dengan dinding gua. Hal itu untuk menjaga kestabilan lereng dan atap gua. 

"Dengan rekomendasi ini maka pihak pelaksana pembangunan JJLS akan membuat review desain konstruksi jalan khusus di sekitar penemuan gua," tegasnya. 

Ia juga menegaskan bahwa gua tersebut tidak boleh dikepras dan harus dijaga keberadaannya. Pihaknya belum menyampaikan fungsi gua selanjutnya. Pembangunan proyek JJLS diprioritaskan terlebih dahulu. 

"Kajian UGM gak sampai seperti itu (fungsi lanjutan gua) mungkin akan dikaji lagi lebih lanjut ke depan," bebernya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
gua karst JJLS Gunungkidul