RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul memberikan tanggapan terkait penemuan goa yang menjadi viral di area pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Planjan, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta.
Menurut Kepala DLH Gunungkidul Harry Sukmono, penemuan goa ini merupakan fenomena alam yang wajar di wilayah karst seperti Gunungkidul, yang memang memiliki banyak lorong sungai bawah tanah.
Harry menjelaskan bahwa sekitar 50 persen wilayah Gunungkidul terdiri dari kawasan karst, dan kondisi alam yang unik ini adalah suatu anugerah yang harus dijaga bersama oleh masyarakat.
“Kawasan Gunungkidul itu mayoritas atau sekitar 50 persen merupakan kawasan karst," terang Harry.
"Sungai bawah tanah dan lorong di bawah tanah itu harus kita jaga dan pertahankan," lanjutnya.
Harry mengimbau agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk menjaga keberadaan sungai bawah tanah dan lorong-lorong yang ada.
Di sisi lain, goa yang ditemukan di proyek JJLS Planjan menjadi perbincangan di media sosial setelah video penampakan stalaktit dan stalagmit di dalam goa yang masih aktif beredar.
Salah satu warga, Warijan, mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan goa yang dihiasi batu kristal karst dan tetesan air.
“Saya belum pernah melihat goa sebagus itu. Dalamnya watu lintang (batu kristal karst) dan masih menetes airnya," ucap Warijan, salah seorang warga sekitar.
Meski banyak warga yang penasaran dan ingin melihat langsung, lokasi tersebut saat ini ditutup sementara karena pengerjaan proyek masih berlangsung. (Dimas Dwi Prihatmoko)