GUNUNGKIDUL - Seorang remaja warga Pengkol 3, Jatiayu, Karangmojo, Nayla Putri (14) tak menyangka dirinya harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal di usia muda.
Dia mengaku sudah menjalani perawatan tersebut sejak satu tahun terakhir, ketika masih duduk di sekolah dasar (SD).
Sekarang Nayla divonis gagal ginjal kronis (stadium 5) dan mengharuskan cuci darah dua kali dalam seminggu. Sejak usia balita, Putri tinggal bersama nenek Tukirah.
Nayla diketahui merupakan anak ke-3 dari 5 bersaudara.
Rumah tangga kedua orang tuanya dikabarkan tidak harmonis.
Ibu kandung berada di Surabaya, sementara ayah di Jakarta bekerja sebagai ojek online.
"Sejak kecil (Putri) ikut saya," kata Tukirah saat ditemui pada Kamis (16/10/2024).
Si nenek mengaku sedih melihat kondisi kesehatan dan psikologis cucunya. Terlihat murung dan berat badannya menurun.
"Penyebab gagal ginjal, karena kurang (mengkonsumsi) air putih kurang," ujarnya.
Sebagai pedagang kecil, Tukirah mengaku sedih karena penghasilan dari menjual tempe godong tidak mencukupi untuk merawat secara maksimal cucunya.
"Selama ini cuci darah di RS Sardjito. Ongkos naik turun (Wonosari-Jogja) kesulitan, terkadang naik sepeda motor," ucapnya.
Namun belakangan banyak orang baik berdatangan memberikan bantuan. Cucunya saat sekarang bisa mulai cuci darah di Gunungkidul.
"Terimakasih orang baik," ucapnya.
Sementara itu, Naila Putri terlihat sumringah saat bertemu dengan Syafirah Anom, istri dari Calon Wakil Bupati Gunungkidul nomor urut 2 Sumanto.
"Saya sebenarnya ingin sekolah tapi seperti ini (kondisi kesehatan)," kata Naila Putri.
Terpisah, Syafirah Anom mencoba menyemangati Naila Putri. Mudah-mudahan kehadirannya mampu memotivasi agar dia tetap semangat dalam menjalani roda kehidupan.
"Kepada pemerintah di masa datang, problem-problem penanganan kesehatan harus menjadi agenda utama," kata Syafirah Anom. (gun)
Editor : Meitika Candra Lantiva