GUNUNGKIDUL - Festival Kebudayaan Yogyakarta turut digelar di Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Kamis sampai dengan Sabtu (10-12/10).
Festival menggandeng pelaku-pelaku seni asal dan kebudayaan asal Gunungkidul. Dalam acara tersebut, bakal menampilkan warisan budaya tak benda yang masih terus dilestarikan di DIJ.
Kepala Kundha Kabudayan Gunungkidul Chairul Agus Mantara mengatakan, pada festival tersebut pihaknya mengajak seluruh kapanewon se-Gunungkidul untuk menampilkan warisan budaya tak benda asal masing-masing daerah.
"Maka dari itu festival ini bertemakan Temu Giring dengan menampilkan warisan budaya tak benda asal masing-masing kapanewon," ujar Agus kepada awak media Kamis (10/10).
Baca Juga: Antisipasi Kerawanan Pangan, Pemkab Sleman Berikan Bantuan Beras pada 1.042 Keluarga di Margokaton
Baca Juga: Kesehatan Mental Remaja Masih Jadi Masalah, LPKA UMY Gelar Terapi Healing Massal
Agus mengatakan, festival menampilkan karya-karya seni rupa yang dapat disaksikan di setiap stan-stan yang tersedia. Setidaknya ada 18 stan untuk karya-karya perupa asal Gunungkidul. Dalam kegiatan pembukaan festival, menampilkan pasar kuliner dan benda serta pameran seni rupa dan kerajinan.
Selain itu, dimeriahkan lagi dengan pawai dari sanggar-sanggar seni asal Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya itu, festival juga menampilkan warisan budaya tak benda yakni tari-tarian tradisional dengan melibatkan peserta didik dan penari profesional.
Kemudian, tujuan kegiatan untuk melihat ekspresi seni dari masyarakat baik seni rupa, kuliner maupun pertunjukkan. Tentunya hal itu turut berdampak pada komoditas ekonomi di Gunungkidul.
"Kami berikan ruang dan fasilitas bagi pelaku seni, dan juga tidak dipungut biaya bagi masyarakat yang ingin menyaksikan," tuturnya.
Baca Juga: BPTD III Yogyakarta Sosialisasikan Kesadaran Berlalu Lintas terhadap Siswa dan Guru TK di Bantul
Baca Juga: Indutex 2024: Siswa SMK- SMTI Yogyakarta Ciptakan Robot Pengantar Barang
Menurutnya, pada hari pertama festival cukup mengundang antusias masyarakat Gunungkidul. Festival juga menyediakan jajanan UMKM bagi para pengunjung. "Ada 12 UMKM dengan beragam kuliner khas Gunungkidul," tandasnya.
Salah seorang pengunjung Pandu Sinawung mengaku tertarik dengan festival kebudayaan tersebut. Menurutnya, pengunjung dapat menyaksikan berbagai karya seni masing-masing kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul.
"Banyak karya-karya seni yang masih jarang saya lihat, festival ini cukup menarik apalagi tidak dipungut biaya," ujar Pandu.
Pengunjung juga dimanjakan dengan penampilan-penampilan tari tradisional yang memukau. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo