RADAR JOGJA -Kabupaten Gunungkidul merayakan hari jadinya yang ke-194 pada Jumat (4/10/2024) dengan berbagai pencapaian gemilang di sektor pembangunan dan ekonomi. Daerah ini telah menunjukkan perkembangan pesat yang mencakup peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan kemajuan pariwisata. Berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan masyarakat, Gunungkidul berhasil mengimplementasikan sejumlah inovasi.
Pembangunan Infrastruktur yang Masif: Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan publik dan mendukung pengembangan daerah melalui pembangunan infrastruktur di berbagai sektor. Salah satu upaya nyata adalah pembangunan dan pemeliharaan sarana serta prasarana irigasi. Selain itu, pemerintah daerah juga fokus pada pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), sanitasi, serta pengelolaan air limbah.
Pembangunan, pemeliharaan, rekonstruksi, dan rehabilitasi jalan serta jembatan juga terus ditingkatkan guna memperlancar aksesibilitas warga. Infrastruktur jalan yang baik menjadi kunci dalam mendorong mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat Gunungkidul. Seiring dengan itu, program stimulasi bedah rumah terus berlanjut, dengan total 163 unit rumah tidak layak huni akan diperbaiki.Tak hanya itu, pemerintah juga membangun rumah dan selter untuk korban bencana.
Di sektor pariwisata, Kabupaten Gunungkidul terus mencatatkan kemajuan yang signifikan. Salah satu capaian besar adalah masuknya event tahunan Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2024. Event ini, yang memasuki tahun keenam pelaksanaannya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menekankan acara ini bertujuan memperkenalkan potensi Gunungsewu UNESCO Global Geopark kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus mempromosikan geoproduk lokal. Keberhasilan lainnya di sektor pariwisata adalah perolehan juara kedua dalam Anugerah Bangga Berwisata di Indonesia (ABBWI) 2023.
Kemajuan yang dialami Kabupaten Gunungkidul tidak hanya terbatas pada pariwisata, tetapi juga mencakup sektor investasi. Setelah berhasil bangkit dari dampak pandemi COVID-19, pertumbuhan investasi di daerah ini menunjukkan tren yang sangat positif.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Agung Danarta, menjelaskan total realisasi investasi dari tahun 2021 hingga 2024 mencapai angka fantastis sebesar 1,674 triliun rupiah.
Baca Juga: Jumlah Penumpang KAI Commuter Alami Peningkatan Signifikan pada Triwulan III 2024
Baca Juga: Persiba Bantul Mulai Seleksi Pemain untuk Persiapan Menghadapi Liga 3 Musim 2024-2025
Investasi tersebut mencakup Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 4,220 miliar rupiah dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 1,67 triliun rupiah.
Untuk mempermudah investor dalam urusan perizinan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gunungkidul telah mengaktifkan 18 booth layanan dengan 84 jenis layanan yang berbeda.
Hingga bulan September 2024, tercatat 11.875 pengunjung yang telah dilayani dengan total 10.668 izin yang diterbitkan. Inovasi terbaru dari DPMPTSP adalah pengembangan WebGIS Gunungkidul Investment Space yang diberi nama “KEPO IN DUNK” (Kemilau Potensi Investasi Gunungkidul).
Melalui pencapaian di berbagai sektor tersebut, Gunungkidul semakin memantapkan diri sebagai daerah yang terus berkembang.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kabupaten ini mampu terus meningkatkan kualitas hidup warganya serta menjadi destinasi investasi dan pariwisata unggulan di tingkat nasional. Hari jadi ke-194 Gunungkidul tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga momentum untuk mewujudkan masa depan yang lebih gemilang. (gun)
Editor : Heru Pratomo