GUNUNGKIDUL - Pedagang pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul mengeluhkan sepinya pengunjung. Akibatnya, pendapatan turut berkurang.Sepinya pengunjung pasar telah dirasakan sejak beberapa pekan terakhir. Padahal, harga bahan pokok terbilang stabil. Begitu pula dengan ketersediaannya.
Pedagang Sembako Pasar Argosari Anjar (30) mengatakan, minimnya pengunjung membuat penjualannya turut berkurang. Dalam sehari, dirinya mampu menjual hingga 10 kilogram telur."Beberapa minggu terakhir paling banyak 5 kilogram telur dalam sehari, pengunjung pasar semakin sepi," ujar Anjar kepada awak media, Kamis (3/10).
Dia tidak mengetahui pasti penyebab dari sepinya pengunjung pasar. Padahal, stok dan harga sembako terbilang stabil. Untuk per-kilogram telur dijualnya dengan harga Rp 27 ribu."Sepinya pengunjung ini bisa dibilang lebih parah dari masa COVID-19 dulu, saya pun tidak tahu apa penyebabnya," keluhnya.
Pedagang sembako lainnya Yuni (38) juga mengakui turunnya jumlah pengunjung pasar dalam beberapa minggu terakhir. Dalam sehari, omset yang didapatkan mencapai Rp 1 juta."Tapi sekarang karena sepi paling Rp 500 ribu per hari," ujar Yuni.
Senada dengan Anjar, Yuni juga mengakui tak ada kenaikan harga bahan pokok dalam beberapa minggu terakhir. Harga beras yang dijualnya per-kilogramnya hanya Rp 15 ribu.
Sepinya pembeli juga berakibat pada sayur - sayuran yang dijualnya. Stok yang tersisa membuat sayur yang dijualnya menjadi busuk dan tidak dapat dijual kembali.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Gunungkidul Ris Heryani mengakui sejumlah pasar di Gunungkidul sepi pengunjung."Berdasarkan keluhan pedagang, akhir-akhir ini pengunjung pasar cenderung sepi," ujar Heryani.
Hal itu berdasarkan keluhan-keluhan pedagang pasar di Gunungkidul. Disdag Gunungkidul juga belum mengetahui penyebab sepinya pasar-pasar di Gunungkidul."Padahal harga-harga turun atau mengalami deflasi, tapi kami tidak mengetahui kenapa bisa sepi," tuturnya.
Namun begitu, pihaknya mengimbau agar para pedagang tetap memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Kualitas dan mutu dagangan menjadi salah satu hal yang penting untuk menarik pengunjung berbelanja ke pasar. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin