Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLH Bangun Kawasan Konservarsi Satwa Ekosistem Karst di Giritirto, Purwosari, Gunungkidul, untuk hewan jenis reptil, aves, dan primata

Andi May • Senin, 30 September 2024 | 02:13 WIB

 

 

Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono
Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono

 

GUNUNGKIDUL - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul merencanakan pembangunan kawasan konservasi satwa Ekosistem Karst di Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari. Seluas 3,5 hektare lahan disiapkan untuk pembangunan kawasan konservasi tersebut.

Satwa yang akan dilestarikan nantinya ialah kelompok hewan jenis reptil, aves, dan primata. Pembangunan konservasi mendapatkan dukungan anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais)Kars Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, proses pembebasan lahan memakan waktu dua tahun lamanya sejak 2023 lalu. Pemerintah telah membebaskan keseluruhan lahan dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 5 Miliar. "Kami telah melakukan kajian mengenai satwa yang akan dilestarikan dengan konsultasi ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY," ujar Hary Sukmono, Minggu (29/9).

Konservasi satwa difokuskan terhadap hewan-hewan yang hidup di kawasan batuan karst. Sebab, 51 persen wilayah Gunungkidul merupakan wilayah Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) yang juga memiliki kehidupan di dalamnya.

Kelompok aves atau burung dan reptil salah satu binatang yang hidup di kawasan karst. Selain itu juga, monyet ekor panjang yang bakal dilestarikan di kawasan konservasi tersebut. "Mendominasi mungkin reptil dan aves, tapi kemungkinan ada kelompok-kelompok lainnya, kawasan akan kami kelola langsung," lanjutnya.

DLH juga tengah mengkaji konstruksi fisik pembangunan, satwa dan pengelolaan nantinya. Apalagi terkait dengan pelestarian sumber daya alam yang hidup di kawasan karst. "Upaya kami untuk tetap menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang ada di kawasan karst," jelasnya.

Tak hanya itu, kawasan konservasi juga diyakini dapat memberikan edukasi dan pemahaman sumber daya alam yang ada di kawasan karst kepada masyarakat. Pihaknya berharap dengan adanya pembangunan kawasan konservasi dapat menimbulkan nilai-nilai edukasi. "Karena nantinya kawasan konservasi juga dijadikan tempat wisata dengan melibatkan masyarakat setempat," jelasnya.

 

DLH juga memastikan, pembangunan konservasi tidak mengubah struktur alam yang ada di lokasi pembangunan konservasi satwa. (ndi/din)

Editor : Din Miftahudin
#BKSDA #Gunungkidul #primata #hewan #DLH