GUNUNGKIDUL - Meskipun hujan telah membasahi sebagian wilayah Gunungkidul dalam beberapa hari terakhir, bencana kekeringan masih dirasakan masyarakat. Khususnya yang bermukim di wilayah selatan kabupaten ini.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 8 juta liter atau 1.604 tangki. Jumlah ini berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan bantuan dari swasta.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan, meskipun hujan telah mengguyur beberapa wilayah di Gunungkidul, permintaan bantuan air bersih tak kunjung mengalami penurunan. "Hingga saat ini permintaan droping air masih banyak. Dalam sehari bisa 16 sampai 20 tangki," ujarnya kepada awak media Jumat (27/9).
Menurutnya, selain intensitas hujan yang terbilang kecil, hujan yang turun juga tidak merata. Dikatakan, masih banyak keluhan warga mengenai keringnya sumur maupun telaga yang belum dapat dimanfaatkan.
Baca Juga: Seto Evaluasi Bola Set Piece, Dua dari Tiga Gol Persipa Pati yang Kalahkan PSIM Jogja
Kapanewon Tepus, Panggang dan Girisubo masih menjadi wilayah rutin droping air bersih. Di Tepus, kata Sumadi, ada tiga kalurahan yang terdampak bencana kekeringan yakni Panggang tiga kalurahan dan Girisubo lima kalurahan.
"Begitupula di wilayah-wilayah yang berada di sektor selatan Gunungkidul, hingga kini peruntukan bantuan air bersih hanya untuk minum dan mandi," jelasnya.
Wilayah lainnya yang masih menerima droping air bersih adalah Karangmojo, Nglipar, Paliyan, Ponjong, Rongkop, Saptosari dan Purwosari.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono memprediksi, bencana kekeringan usai pada pertengahan Oktober mendatang. Hal itu berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Hujan masih dengan intensitas kecil hanya turun di sisi utara Gunungkidul. Sedangkan yang tengah dan selatan masih belum hujan," ujar Purwono.
Menurutnya, hujan yang telah terjadi beberapa hari terakhir belum berpengaruh pada ketersediaan air bersih di sumber-sumber air. (ndi/laz)
Editor : Heru Pratomo