GUNUNGKIDUL – Bencana kekeringan belum usai di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus melakukan dropping air ke warga – warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, sebanyak 55.437 jiwa terdampak bencana kekeringan. Musim kemarau yang tak kunjung usai serta sumber mata air yang mengering membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Khususnya yang bermukim di wilayah Selatan Gunungkidul.
Baca Juga: Tahun 2024, Sebanyak 35 Anak di Gunungkidul Jadi Korban Kekerasan Seksual
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan, dropping air bersih kini sebanyak 1.133 kali. Selain dari pemerintah, bantuan air bersih juga berasal dari luar pemerintah. Stok air bersih juga telah disiapkan masing-masing pemerintah kapanewon.
“Dari data kami, dropping air terbanyak di Kapanewon Tepus dengan jumlah 288 tangki, kemudian Panggang 208 tangki, lalu di Girisubo 116 tangki, dan Saptosari 120 tangki,” ujar Sumadi kepada awak media, Kamis (19/9).
Selain itu, droping air juga dilakukan di Kapanewon Nglipar, Purwosari, Paliyan, Tanjungsari, Rongkop, Ponjong dan Karangmojo. Sumadi merinci, jumlah warga terdampak paling banyak di Kapanewon Panggang sekitar 17.903 jiwa.
Baca Juga: Surga Tersembunyi! Menelisik Indahnya Pantai Krokoh yang Jarang Dikunjungi di Kabupaten Gunungkidul
“Nglipar 108 jiwa, Purwosari 2.347 jiwa, Saptosari 2.978 jiwa, Paliyan 239 jiwa, Tanjungsari 6.872 jiwa, Tepus 397 jiwa, Girisubo 4.639 jiwa, Rongkop 1.888 jiwa, Semanu 37 jiwa, dan Karangmojo 51 jiwa,” ucapnya.
Sumadi juga menerangkan, kemarau yang tak kunjung usai menjadi faktor penyebab terus bertambahnya warga terdampak. Pihaknya juga telah memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga akhir Oktober 2024.
Pihaknya juga telah menambah stok bantuan air bersih sebanyak 800 tangki melalui belanja tidak terduga APBD Gunungkidul yang ditargetkan dapat dimanfaatkan hingga musim penghujan tiba. (ndi)
Editor : Din Miftahudin