RADAR JOGJA - Puluhan ribu wisatawan berkunjung ke Gunungkidul pada libur Maulid Nabi 2024. Wisatawan memadati kawasan pantai selatan dalam dua hari libur, Sabtu (14/9) dan Minggu (15/9).
Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat, sekitar 43.365 kunjungan dalam akhir pekan. Puncak kunjungan sebanyak 31.594 orang pada hari Minggu (15/9).
Kepala Dinas Pariwisata Oneng Windu Wardhana mengakui adanya peningkatan kunjungan pada libur Maulid Nabi. Kendaraan memadati arus lalu lintas menuju kawasan wisata Pantai di Gunungkidul.
"Jika dibandingkan hari-hari biasa, momen libur Maulid Nabi ini memang terjadi lonjakan kunjungan. Namun memasuki awal pekan, sepertinya mulai melandai kembali," ujarnya saat dihubungi Senin (16/9).
Baca Juga: Fraksi di DPRD Kebumen Tak Kunjung Terbentuk, PPP Sebut Ngopi Bareng Bisa Selesai Sejam
Baca Juga: 84 Madrasah di Kabupaten Magelang Dapat Bantuan Rp 5 Juta untuk Perawatan Gedung
Diungkapkan, target kunjungan wisata pada tahun ini sebanyak 2,6 juta pengunjung dengan target PAD Rp 28 miliar. Pada libur Maulid Nabi, wisatawan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta.
Wisatawan luar daerah terpantau menggunakan bus pariwisata menuju destinasi kawasan Pantai Baron, Drini, Sadranan, Sepanjang dan wisata lainnya. "Wisata Pantai Gunungkidul masih menjadi unggulan di DIJ, semoga ke depan makin meningkat jumlah kunjungannya," tuturnya.
Dalam dua hari libur Maulid Nabi, Gunungkidul meraup pendapatan asli daerah mencapai Rp 470 juta. Selain wisata pantai, peningkatan jumlah kunjungan juga terjadi pada wisata Goa Pindul dan Gunung Api Purba Nglanggeran. Dalam dua hari kunjungan wisata Goa Pindul mencapai 900 orang.
"Dibandingkan hari biasa, momen libur Maulid Nabi bisa mengalami peningkatan kunjungan berkali-kali lipat," ujar pengelola Wisata Goa Pindul Arif Sulistyo.
Dalam menciptakan rasa kenyamanan pengunjung, pihaknya menambah waktu operasional yang biasanya hanya pukul 15.00 menjadi pukul 18.00.
Di Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, pengunjung 150 sampai 200 orang per hari selama libur Maulid Nabi. "Tarifnya tetap sama, Rp 15 ribu per orang selama 24 jam operasional," ujar Heru Purwanto dari Pokdarwis Nglanggeran. (ndi/laz)
Editor : Heru Pratomo