Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Robot Terbang Buatan Mahasiswa se-Indonesia di Ajang KRTI Siap Berkonstestasi di Gunungkidul

Andi May • Sabtu, 14 September 2024 | 04:05 WIB

 

TUAN RUMAH: Pembukaan kontes robot terbang Indonesia di Gedung Olahraga Vokasi UNY Gunungkidul Jumat (13/9/2024).
TUAN RUMAH: Pembukaan kontes robot terbang Indonesia di Gedung Olahraga Vokasi UNY Gunungkidul Jumat (13/9/2024).

GUNUNGKIDUL - Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2024 resmi dibuka di Gedung Olahraga Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Jumat (13/9/2024). Ajang KRTI bakal digelar di Landasan Udara (Lanud) Gading, Playen, Gunungkidul. Melibatkan 100 tim dari 42 perguruan tinggi (PT) di Indonesia. 

"Sebanyak 100 finalis dari kalangan mahasiswa bakal memperlihatkan kemampuan robot-robot terbang yang telah dirakit sedemikian rupa," ujar Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek Veronica Irene Herdjiono Jumat (13/9/2024). 

 Baca Juga: Sebanyak 42 Perguruan Tinggi Ikuti Kontes Robot Terbang: Ditantang Kirim Barang dan Bawa Misi Penyelamatan, Begini Pemandangannya

Irene menyebut, ada lima kategori yang bakal diperlombakan dalam ajang KRTI 2024. Pertama, Racing Plane yakni kemampuan mencipitakan pesawat tercepat yang presisi dengan tema 'Fast And on Track (F.A.T). Kemudian kategori Fixed Wing (FW), menekankan pentingnya penggunaan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dalam pengiriman paket darurat di wilayah bencana. 

"Di mana peserta harus mengirimkan logistik ke area bencana," lanjutnya. 

 Baca Juga: Gandeng Pendekar United, By.U Ajak Pelajar Di Yogyakarta Wujudkan Mimpi Jadi Pemain Futsal Pro

Selanjutnya, Vertical Take Off and Landing (VTOL) yang berfokus pada misi terbang otonom jarak jauh dengan kemampuan terbang di dalam ruangan. Kategori ini akan menguji kemampuan pesawat dalam penerbangan jarak jauh dan di ruang terbatas. "Pada divisi Technology Development (TD), kemandirian teknologi pesawat tanpa awak, mendorong peserta untuk berinovasi dalam mengembangkan teknologi UAV," tambahnya. 

Terakhir adalah Long Endurance Low Altitude (LELA). Menekankan penggunaan pesawat nirawak untuk memantau wilayah kritis seperti kebakaran hutan. Pemanfaatan UAV untuk misi validasi hotspot

 Baca Juga: Lansia di Karanganyar Kebumen Meninggal tanpa Busana, Polisi Temukan Puyer

Rektor UNY Sumaryanto mengatakan, kampusnya dipilih kembali menjadi tuan rumah KRTI. Sehingga Gunungkidul dipilih sebagai komitmen UNY agar berkontribusi terhadap pengembangan daerah dari aspek pendidikan, pariwisata, dan sosial budaya. “Mendukung arahan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X,” tuturnya. (ndi/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#universitas negeri yogyakarta #Lanud gading #kontes robot terbang indonesia #Gunungkidul