Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tetap Waspada dan Jangan Panik, BPBD Gunungkidul Siapkan Simulasi Mitigasi Resiko Bencana Gempa Megathtust  

Andi May • Selasa, 10 September 2024 | 05:50 WIB

 

 

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono saat ditemui di kantornya, Kamis (4/4).
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono saat ditemui di kantornya, Kamis (4/4).

GUNUNGKIDUL - Risiko dampak dari bencana gempa megathrust menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Gempa yang berpotensi mengguncang wilayah Selatan Pulau Jawa hingga kini menghantui masyarakat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul bakal menggelar simulasi gempa Megathrust sebagai upaya mitigasi resiko bencana gempa tersebut. Simulasi bakal dilaksanakan di Pantai Wediombo, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Putwono mengatakan, belum dapat menentukan waktu pelaksanaan simulasi gempa megathrust. Namun begitu, simulasi bakal digelar dalam waktu dekat. 

Baca Juga: Baru Dilantik 26 Agustus 2024, Grengseng-Sahid Ajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Anggota Dewan

Baca Juga: Bantul Turun Hujan BPBD Tetap Siaga Kekeringan, Droping Air Masih Terus Dilakukan

"Simulasi dengan melibatkan personel SAR Satlinmas Rescue Istimewa, Palang Merah Indonesia, Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ujar Purwono kepada awak media, Senin (9/9).

Pihaknya juga bakal membentuk kalurahan tanggap bencana (Kaltana) dalam upaya kesiapsiagaan mengenai potensi gempa megathrust. Setidaknya, 88 Kaltana telah dibentuk dari 144 kalurahan se-Kabupaten Gunungkidul.

Kaltana sendiri dilengkapi dengan peralatan penanganan dampak bencana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBKal) masing-masing. "Dari informasi BMKG, wilayah Gunungkidul salah satu daerah yang berpotensi terdampak gempa megathrust, namun tidak dapat diprediksi kapan gempa akan terjadi," jelasnya.

Lebih lanjut, untuk warga yang bermukim di pesisir pantai akan dievakuasi ke balai padukuhan setempat jika gempa megathrust terjadi. Pihaknya juga mengimbau agar tanah lapang menjadi lokasi titik kumpul saat terjadi guncangan.

Baca Juga: PACC Hadir di YIA, Siap Berikan Pelayanan dan Produk Aksesoris Gadget Premium

Baca Juga: Disdikpora Bantul Siapkan 15 Paket Rehabilitasi dan Pembangunan Sekolah Jenjang SD-SMP selama 2024

"Tetap waspada dan jangan panik, warga boleh kembali ke rumah ketika BMKG menyatakan situasi telah aman," ucapnya.

Selain itu, mengecek kerusakan bangunan akibat gempa. Mengingat reruntuhan yang rapuh usai guncangan gempa melanda. Purwono juga memastikan alat Early Warning System (EWS) bencana tsunami yang terletak di sejumlah kawasan pantai dalam keadaan baik.

"Rutin kami periksa mengenai kondisi EWS, kami pastikan masih dalam kondisi baik dan berfungsi," tuturnya.(ndi/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pantai wediombo #risiko #Gunungkidul #megathrust #Girisubo #BPBD #bencana gempa