RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul akui dokter spesialis di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) masih sangat kurang. Upaya penambahan tenaga kerja dokter spesialis dilakukan dengan membuka 11 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2024. Namun, hingga kini pendaftar baru satu orang.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, analisa kebutuhan dokter umum di RSUD Wonosari dan RSUD Saptosari masing-masing minimal 10-15 orang dokter untuk kebutuhan pelayanan di UGD dengan tiga sif.
Untuk kebutuhan dokter spesialis di masing-masing RSUD antara lain spesialis Bedah, obsgyn, anak, syaraf, mata, THT, jiwa, Rehab medik, dalam, ortopedi, jantung, jantung dan pembuluh darah, paru, anesthesi, kulit kelamin, radiologi, urologi, bedah mulut, ortodenti dan lain-lain.
"Dibutuhkan rata-rata dua sampai tiga dokter spesialis di 2024, atau dibutuhkan sebanyak 60 sampai 75 dokter spesialis dengan berbagai jenis spesialisasi untuk pemenuhan di faskes pemerintah," ujar Ismono, Senin (2/9).
Memenuhi pelayanan di unit pelayanan kesehatan, kata Ismono, diperlukan banyak sumber daya manusia khususnya bagi dokter spesialis. Sebanyak 98 dokter umum tersedia di 30 puskesmas. Dokter gigi sendiri untuk di keseluruhan puskesmas sebanyak 30 orang. Kemudian, 14 dokter umum dan 38 dokter spesialis ditempatkan di RSUD Wonosari dan Saptosari.
Formasi CASN untuk dokter spesialis meliputi spesialisi anestesi dan terapi intensive, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis THT, spesialis penyakit dalam, patologi klinik, ortopedi, mata, dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri , spesialis dermatologi dan venereologi , spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, spesialis dermatologi dan venereologi , spesialis orthopaedi dan traumatologi, spesialis patologi klinik, spesialis penyakit dalam, spesialis saraf/neurologi, dan spesialis telinga hidung tenggorok - bedah kepala dan leher.
Sementara itu, Kepala Bidang Formasi, Pengembangan, dan Data Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul Farid Juni Haryanto mengakui pendaftar untuk 11 formasi CASN bidang dokter spesialis sangat minim dari tahun ke tahun. "Pelamar untuk formasi dokter spesialis jiwa atau psikiatri baru satu orang. Sisanya belum ada pendaftar sama sekali," ujar Farid.
Dia mengatakan, formasi untuk tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Dikatakannya, Formasi akan hangus dan tidak bisa dialihkan jika sepi pendaftar. "Hal itu pasti berimbas pada layanan kesehatan masyarakat, karena formasi ini memang sangat dibutuhkan sekali," jelasnya. (ndi/pra)