GUNUNGKIDUL - Kasus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) tengah ramai dibahas di media sosial. Bahaya dari penyakit Mpox tersebut menimbulkan ketakutan masyarakat.
Di Gunungkidul sampai saat ini belum ditemukan kasus warga yang terpapar penyakit berbahaya tersebut. Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul mengimbau agar masyarakat selalu waspada terkait penyebaran penyakit menular itu.
Kepala Dinkes Gunungkidul Ismono mengatakan, pihaknya belum menemuka warga yang memiliki gejala penyakit cacar monyet. Penyakit tersebut dapatenular melalui kontak langsung kulit maupun berhubungan seksual. “Imbauan mengenai bahaya penularan Mpox terus kami salurkan dari puskesmas-puskesmas untuk disebarluaskan ke masyarakat," ujar Ismono.
Gejala-gejala penyakit cacar monyet itu, Ismono menambahkan, ialah nyeri punggung, nyeri otot, sakit kepala, dan demam dengan suhu badan melebihi 38,5 derajat celsius. Selain itu, terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di pada selangkangan serta sekitar leher. Ruam pada kulit, lanjut Ismono, timbul kemerahan, bintik bernanah, berair dan bentol hitam pada area wajah, tangan, kaki, anus dan alat kelamin. "Gejalanya harus dikenali oleh masyarakat dan terpenting untuk mewaspadai agar tidak tertular," jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan penerapan pola hidup sehat. Serta menghindari kontak langsung dengan kulit penderita, menghindari seks bebas, dan menghindari penggunaan peralatan atau benda yang pernah digunakan oleh penderita.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Gunungkidul dr. Dyah Prasetyorini mengatakan, penyakit cacar monyet merupakan golongan zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sesama manusia.Peningkatan imunitas dan konsumsi makanan bergizi hal yang terpenting untuk mencegah masuknya penyakit cacar monyet ke tubuh.”Terutama selalu menjaga kebersihan tubuh," ujar Dyah.
Dyah berharap, masyarakat lebih peduli terhadap penularan dan pencegahan penyakit berbahaya tersebut. Segera melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan gejala-gejala penyakit cacar monyet. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika