GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul bakal mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik sebesar Rp 7,3 Miliar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada 2025 mendatang.
Dana miliaran rupiah itu dalam mewujudkan pangan aquatik dengan tujuan meningkatkan produksi ikan tangkap di wilayah Gunungkidul. Pangan aquatik diproyeksikan mendukung produksi pangan nasional sebagai penunjang program makan gratis oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 2025 mendatang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, DAK tematik bakal digunakan untuk kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain pengadaan mesin kapal perikanan, jaring ikan, rehabilitasi pabrik es, pembenahan unit pengolahan ikan (UPI) skala mikro-kecil, dan perbaikan pasar ikan."Prioritas dari DAK tematik ini untuk meningkatkan produksi ikan nelayan dengan memenuhi peralatan tangkap ikan,” ujar Wahid, kemarin (30/8).
Menurutnya, fasilitas pengolahan ikan yang lebih baik akan menjamin kualitas hasil tangkapan dan mendukung hilirisasi di sektor perikanan. Selain itu, berdampak postif bagi kesejahteraan nelayan dan membuka peluang usaha baru dalam pengolahan produksi.
Realisasi DAK nantinya meliputi pengadaan sarana dan prasarana pemberdayaan usaha nelayan skala kecil dengan rincian menu pengadaan mesin kapal perikanan untuk perahu/kapal penangkap ikan berukuran lebih kecil dari 5 GT."Sebanyak 21 unit senilai Rp 840 Juta tersebar pada empat Kelompok Usaha Bersama (KUB) di empat kapanewon dan sarana penangkapan ikan berupa jaring senilai Rp 320 Juta untuk lima KUB di lima kapanewon," jelasnya.
Kemudian, rehabilitasi pabrik es batu yang berkapasitas maksimal 20 ton senilai Rp 850 Juta yang terletak di Siraman, Wonosari, Gunungkidul. Bedah Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala mikro kecil sebanyak lima unit tersebar di lima kapanewon senilai Rp 1,7 Miliar. "Rehabilitasi bangunan pasar ikan di Pasar Ikan Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Saptosari senilai Rp 850 Juta," sebutnya.
Wahid menjelaskan, produksi tangkap ikan selama enam bulan tahun ini mencapai 1.903 ton. Target yang ditetapkan oleh Pemprov DIJ dalam setahun berkisar 4.106 ton. DAK diharapkan dapat meningkatkan perekonomjan masyarakat. Nelayan akan memiliki peralatan yang lebih memadai untuk menangkap ikan, sehingga produktivitas mereka dapat meningkat.(ndi/din)
Editor : Satria Pradika