Gempa mengakibatkan 43 rumah mengalami kerusakan mulai dari tembok retak, rubun dan atap ambrol.
Gempa dengan skala 5,8 Magnitudo membuat warga panik hingga berlarian ke luar rumah.
Titik gempa bumi berlokasi di laut Barat Daya Gunungkidul pada kedalaman 42 kilometer.
Guncangan terasa di Kabupaten Kulonprogo, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta.
Kepala Seksi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Arief Prasetyo mengatakan, sebanyak 43 rumah terdampak akibat guncangan yang terjadi hingga Selasa (27/8) dini hari.
"Lebih dari 40 kali guncangan terasa, data terakhir yang kami sebanyak 43 rumah mengalami kerusakan," ujar Arief saat diwawancarai awak media.
Dia merinci, kerusakan meliputi tembok retak, dan rubuh serta atap ambrol. Kerusakan masuk dalam kategori ringan.
Pihaknya juga memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa saat gempa bumi terjadi.
Berdasarkan data BPBD Gunungkidul, rumah terdampak gempa paling banyak terdapat di Kapanewon Semanu berjumlah 19 rumah, Nglipar 8 rumah, Purwosari 7 rumah, Karangmojo 4 rumah dan Patuk 2 rumah.
"Gempa 5,8 Magnitudo berdampak pada kerusakan rumah-rumah warga," jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya masih tengah mendata rumah-rumah terdampak untuk selanjutnya diberikan logistik sesuai yang dibutuhkan.
Penanganan kerusakan akibat gempa dilaksanakan secara gotong-royong.
"Kami juga mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan tidak panik, kami juga sudah mendorong logistik untuk warga-warga yang terdampak," tandasnya. (ndi)
Editor : Bahana.