RADAR JOGJA - Pipa saluran air bersih sepanjang lima meter jebol. Akibatnya, 250 rumah warga di Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul terdampak, Selasa (20/8).
Pipa saluran air yang rusak tersebut merupakan milik PDAM Tirta Handayani. Beberapa rumah yang terdampak tidak mendapatkan saluran air. Beberapa rumah lainnya menerima debit air yang kecil.
Direktur PDAM Tirta Handayani Totok Sugiharto membenarkan adanya keluhan warga yang diterimanya akibat gangguan saluran air yang dirasakan sejak kemarin. Pihaknya kemudian melakukan identifikasi terkait penyebab gangguan tersebut.
"Ternyata memang ada pipa saluran yang bocor, dan kami tengah menangani permasalahan itu," ujar Totok saat dihubungi, Selasa (20/8).
Baca Juga: Antisipasi Kedaruratan Sampah, DLH Gunungkidul Perluas Lahan di TPA Wukirsari
Baca Juga: Perhatian bagi Pelamar CPNS 2024, Surat Pernyataan Harus Pakai e-Meterai, Ini Cara Mendapatkannya
Beberapa titik terdampak dirasakan di Kalurahan Wiladeg, Bandung dan Selang. Dampak yang dirasakan mulai dari tidak menerima saluran air ataupun debit yang semakin mengecil. Untuk itu, pihaknya meminta waktu untuk melakukan perbaikan.
"Kami pastikan 1x24 jam, permasalahan dapat tertangani," jelasnya.
Sementara itu, Humas PDAM Tirta Handayani Rahmad Nugroho, penyebab jebolnya pipa saluran air dikarenakan termakan usia. Menurutnya, hal itu biasa terjadi dan dapat ditangani secepatnya.
"Pipa jebol sekitar lima meter, dan masih kami tangani untuk mengganti yang baru," ujar Rahmad.
Baca Juga: Angka Harapan Hidup di Sleman Tinggi, Pemberdayaan Lansia melalui Budaya Jadi Salah Satu Pilihan
Baca Juga: Angka Harapan Hidup di Sleman Tinggi, Pemberdayaan Lansia melalui Budaya Jadi Salah Satu Pilihan
Pihaknya memastikan pelayanan air bersih akan segera kembali normal sehingga masyarakat dapat menggunakannya kembali. Rahmad juga mengimbau agar masyarakat dapat melaporkan jika terjadi insiden gangguan pelayanan air.
"Semua keluhan yang kami terima secepatnya kami tindak lanjuti," tandasnya. (ndi)
Editor : Heru Pratomo