RADAR JOGJA - Sang Saka Merah Putih berkibar tengah Samudera Hindia. Tepatnya di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Momennya bersamaan dengan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesiapukul 10.00 kemarin (17/8).
Merah putih secara khusus dikibarkan jajaran Satpol PP DIY yang menggelar upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 RI.Pasukan pengibar membawa Sang Saka Merah Putih dengan berenang menuju tiang bendera di tengah lautan. Proses pengibaran bendera pusaka itu sebagai ilustrasi atas perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
“Merah Putih dikibarkan di tengah samudera sebagai gambaran Indonesia merupakan negara maritim,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad di sela acara.
Ditambah DIY memiliki kekayaan laut yang melimpah. Ini mendorong instansinya mengadakan upacara di Pantai Baron. Noviar mengingatkan, laut menjadi sumber penghidupan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di pesisir pantai selatan. "Alhamdulillah upacara berjalan lancar dan sukses," jelasnya.
Kegiatan dipusatkan di Pantai Baron bukan kali pertama. Tahun ini merupakan kali ketujuh upacara peringatan Kemerdekaan RI berlangsung di pesisir pantai selatan Gunungkidul tersebut. Acara yang diinisiasi Satpol PP DIY itu mendapatkan sambutan luar. Masyarakat dan wisatawan tampak antusias mengikuti.
Proses pengibaran bendera Merah Putih dilakukan dengan cara berenang menerjang ombak sejauh 100 meter dari pesisir pantai. Bendera digotong Anggota Satlinmas Istimewa Wilayah 1 Pantai Baron Susmiati. "Lumayan menegangkan, membawa Bendera Merah Putih ke tengah laut," ujar perempuan berusia 33 tahun ini.
Setiap Satpol PP DIY menggelar upacara 17 Agustus di Pantai Baron, Susmiati selalu dipilih membawa bendera pusaka hingga berkibar di tengah samudera. Dia bercerita, gelombang terbilang lebih landai daripada tahun sebelumnya. Berenang menerjang gelombang memiliki teknik khusus agar tidak terpental ke pinggir pantai.
Susmiati membutuhkan waktu selama tiga hari guna mengadakan persiapan. Sebab selama ini punya pengalaman berenang di tengah lautan. (ndi/kus).
Editor : Satria Pradika