RADAR JOGJA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Guningkidul mencatat ada 1.220 titik layanan internet gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat Bumi Handayani.
Kepala Diskominfo Gunungkidul Setiyo Hartato mengatakan, topografi wilayah Gunungkidul terdiri dari perbukitan batuan karst yang membuat masyarakat sulit mengakses informasi melalui perangkat digital.
Jaringan internet pun terbilang sulit untuk didapatkan. "Untuk itu, kami menyediakan fasilitas internet gratis mulai dari tingkat padukuhan, agar warga dapat mengakses informasi yang dibutuhkan," ujar Setiyo, Kamis (15/8).
Dia menyebut, hampir di seluruh titik di wilayah Gunungkidul mengalami blank spot akibat jalur frekuensi yang terhambat. Pihaknya telah memasang 1.220 titik layanan internet gratis dengan kecepatan 20 Mbps untuk menangani permasalahan tersebut.
Pemasangan internet gratis itu menggunakan kabel fiber optik yang dinilai dapat terus stabil kecepatannya. Sebagai bentuk implementasi dalam pemanfaatan informasi, Pemkab Gunungkidul telah membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di tingkat padukuhan. "Rencananya, untuk tahun ini akan kami pasangan kembali di 110 titik yang masih mengalami blank spot," ungkapnya.
Adanya internet gratis, kata Setiyo, masyarakat dapat menghemat biaya pembelian paket data internet. Uang masyarakat dapat dialihkan ke kebutuhan yang lebih bermanfaat.
Menurutnya, masyarakat harus bisa berinovasi dengan adanya layanan internet gratis sesuai dengan perkembangan jaman. Selain mendapatkan informasi, internet gratis juga dapat mengakses ilmu pengetahuan, berjualan online maupun menginformasikan potensi-potensi daerah yang ada.
"Seperti makanan khas dapat dijual secara online atau di marketplace, atau mempromosikan potensi wisata, kebudayan maupun hal-hal positif yang ada di lingkungan masyarakat," jelasnya.
Namun begitu, perlu ada pengawasan dari perangkat kalurahan dan warga untuk dapat memantau pemanfaatannya. Terlebih lagi, informasi digital memiliki dampak baik dan buruk bagi anak-anak. "Pemakaian layanan internet gratis bagi anak-anak harus dalam pengawasan orang tua," pungkasnya. (ndi/pra)
Editor : Satria Pradika