RADAR JOGJA - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi menyambangi rumah Mbah Sarno, 84, di Padukuhan Susukan II, Genjahan, Ponjong, kemarin (9/8). Kunjungan jenderal bintang dua ini menyusul viralnya kisah Mbah Sarno, veteran yang sempat tinggal di bekas kandang ayam.
Mbah Sarno merupakan pejuang di masa Trikora dulu. Ia memiliki sejumlah penghargaan ketika bergabung di Militer Kedaruratan. Salah satu penghargaan yang diperoleh adalah Setya Lentjana Wira Darma yang ditandantangani Djendral TNI AH Nasution.
Deddy Suryadi mengatakan, kedatangannya untuk mendengar langsung cerita dari Mbah Sarno mengenai kisah perjuangan untuk negara pada masa Trikora dulu. "Beliau (Mbah Sarno) bercerita saat berjuang dan pernah berangkat ke Sumatera, Sulawesi, dan Irian Jaya," ujarnya saat diwawancarai wartawan.
Dia mengatakan, Mbah Sarno merupakan seorang pejuang yang mendarmabaktikan terhadap bangsa dan negara. Pangdam juga menanyakan perihal status veteran dan tunjangan pensiun yang tidak pernah diterima di masa tuanya. "Kami sudah mengutus staf untuk mengurus permintaan Mbah Sarno," jelasnya.
Disebutkan, sebelumnya Mbah Sarno sudah mengajukan tunjangan pensiun namun terkendala dalam pemenuhan persyaratan. Kendati begitu, pihaknya berkomitmen untuk membantu kepengurusan mengenai tunjangan pensiun yang dimohonkan.
"Mudah-mudahan dengan pertemuan hari ini (kemarin, Red) dapat langsung mengurus di kementerian perihal tunjangan veteran. Dan itu akan kami bantu," ungkapnya.
Selain memastikan agar Mbah Sarno mendapatkan tunjangan veteran, Deddy menuturkan, pihaknya juga bakal memperbaiki rumahnya. Menurutnya, rumah yang ditinggali sekarang tidak layak untuk dihuni.
Ia mengarahkan anggotanya untuk segera merenovasi rumah milik Mbah Sarno, sehingga rumah itu layak untuk ditempati.
Sementara itu, Mbah Sarno mengatakan, pertemuannya Pangdam menanyakan kisah perjuangan yang dilakukan di masa perjuangan. "Selain itu, tunjangan veteran yang saya mohonkan juga akan dibantu. Semoga segera gaji pensiun saya dikeluarkan," ujarnya.
Dia mengaku usianya yang sudah tua membuatnya hanya mengharapkan bantuan dari warga sekitar. Sebab, dirinya tinggal seorang diri dan tidak mampu lagi untuk bekerja. "Saya diberikan bingkisan sembako dan rumah yang saya tempati akan diperbaiki," jelasnya. (ndi/laz)
Editor : Satria Pradika