RADAR JOGJA - Mbah Sarno, 84, seorang veteran yang menjalani masa tuanya di tempat bekas kandang ayam. Belasan tahun tak diakui oleh negara, mantan pejuang negara itu kini mendapatkan bantuan sembako dari Istana Negara, Senin (5/8).
ANDI MAY, Gunungkidul
Bantuan Kepresidenan RI langsung diantarkan ke rumah kecil sederhana beralaskan tanah dan berdinding anyaman bambu. Mbah Sarno merupakan warga Padukuhan SUsukan II, Kalurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul.
Senyum meringai nampak terlihat dari wajah pria usia 84 tahun itu saat menerima sejumlah bingkisan yang diantarkan ke rumahnya. Hal itu, membuat Mbah Sarno yakin bahwa perjuangannya di masa kemerdekaan lalu mulai disadari oleh negara.
Koordinator Substansi Hubungan Masyarakat Biro Umumm dan Protokol Setprov DIJ Ditya Nanaryo Aji mengatakan, bantuan berupa sembako berasal dari Presiden Joko Widodo yang diantarkan lewat Staff Khusus Kepresidenan RI. "Selain sembako, ada sejumlah uang, Presiden RI mengetahui keberadaan beliau (Mbah Sarno) melalui pemberitaan media yang sempat viral," ujar Ditya kepada awak media.
Dikatakannya, Joko Widodo tersentuh dengan kisah Mbah Sarno yang pernah berjuang untuk negara dalam pasukan militer sukarela. "Presiden berharap apa yang telah diberikan kepada Mbah Sarno dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," lanjutnya.
Lurah Genjahan Agung Nugroho membenarkan, Mbah Sarno merupakan mantan pejuang pada masa kemerdekaan lalu. Dia juga menyebut, Mbah Sarno tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). "Tadi Alhamdulillah, mendapatkan bantuan langsung dari presiden dan sejumlah uang yang bisa dimanfaatkan mungkin selama tiga bulan," ujar Agung.
Dia juga mengakui, Mbah Sarno kini tidak dapat lagu bekerja dikarenakan usia yang semakin tua. Terkait bantuan rumah, kata Agung, Mbah Sarno tak memiliki lahan pribadi sehingga bantuan tersebut tidak dapat terealisasi. "Syarat untuk bantuan perumahan harus mempunyai lahan pribadi, bansos rutin rencananya dari dana desa," jelasnya.
Pihaknya juga mengaku, tidak mengetahui mengenai tunjangan veteran atau semacamnya yang didapatkan Mbah Sarno. Namun begitu, memenuhi kebutuhan Mbah Sarno sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari warga setempat.
Mbah Sarno mengatakan, dirinya telah menceritakan kisah perjuangannya ke staf khusus kepresidenan. Dia berharap, hal itu dapat menjadi pertimbangan bagi dirinya untuk mendapatkan haknya yakni tunjangan veteran. "Saya tidak pernah terima tunjangan veteran, tapi saya sudah memohon semoga apa yang saya harapkan dapat terpenuhi," ujar Mbah Sarno. (pra)
Editor : Satria Pradika