Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peneliti Belia dari Gunungkidul: Jernihkan Air dan Hilangkan Bau Sungai Bengawan Solo dari Limbah Tekstil

Gunawan RaJa • Rabu, 24 Juli 2024 | 20:57 WIB
BUTUH DUKUNGAN - Tiga Siwa SD Muh Al Mujahidin Wonosari menunjukkan metode pengolahan air terkontaminasi limbah industri menggunakan nano bubbles dan mikroorganisme  (Doc SD Muh Al Mujahidin Wonosari)
BUTUH DUKUNGAN - Tiga Siwa SD Muh Al Mujahidin Wonosari menunjukkan metode pengolahan air terkontaminasi limbah industri menggunakan nano bubbles dan mikroorganisme (Doc SD Muh Al Mujahidin Wonosari)

GUNUNGKIDUL - Para peneliti belia di SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Gunungkidul unjuk gigi dalam ekstra kulikuler kegiatan ilmiah remaja (KIR). Dalam empat tahun terakhir anak-anak berhasil menelurkan belasan karya ilmiah.

Kepala SD Muh Al Mujahidin Wonosari Joko Kiswanto mengatakan, 15 karya ilmiah tersebut akumulasi sejak 2018, 2019, 2022, 2023, dan 2024. 

"Untuk tahun 2024 ada 4 karya ilmiah," kata Joko Kiswanto pada Rabu (24/7/2024).

Salah satu judul karya ilmiah para siswa yang perlu ditindaklanjuti adalah metode pengolahan air terkontaminasi limbah industri menggunakan nano bubbles dan mikroorganisme.

"Penelitian dilakukan untuk dapat menyelamatkan ekosistem sungai agar kembali bersih dan alami sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Peneliti belia itu masing-masing Haura Azka Hafidzah,Farishta Thirza Anabela, dan Alzeta Fatihah Rahma. Penelitian menggunakan bakteri aerob yang dipadukan dengan metode mikro nano bubble. 

"Dari pantauan, air tercemar limbah semula kotor dan berbau lama kelamaan menjadi bersih dan tidak berbau," ucapnya.

Sampel penelitian air berasal dari Sungai Bengawan Solo, karena terdapat cemaran limbah tekstil yang tergolong sulit diurai. 

"Air sampel tersebut mengalami proses pemurnian dengan menggunakan nano bubbles dan mikroorganisme," jelasnya.

Hasil penelitian sederhana yang dilakukan anak-anak pada 2023 tentu perlu ditindaklanjuti.

Untuk mengetahui kandungan air hasil pemurnian yang telah dilakukan apakah masih mengandung limbah yang berbahaya atau tidak. 

"Perlu ada penyempurnaan baik desain perangkat maupun campuran yang presisi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan," terangnya. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Kidul #Pendidikan #penelitian