RADAR JOGJA - Ambisi PDI Perjuangan untuk memenangkan Pilkada Gunungkidul 2024 semakin membara. Untuk merebut kursi bupati, Ketua DPC PDIP Endah Subekti Kuntariningsih mulai merapat ke partai-partai pengusung petahana Sunaryanta pada Pilkada 2020 lalu, yakni Golkar dan PKB.
Tak tanggung-tanggung, Endah Subekti telah mendaftarkan diri sebagai kandidat bupati melalui Partai Golkar. Kemudian mulai membangun kerja sama politik dengan partai politik pimpinan Cak Imin.
Tidak seperti Pilkada 2020 lalu, PKB menyambut baik pertemuannya dengan PDIP. Bahkan bakal menyiapkan kader-kader untuk mendampingi Endah Subekti pada Pilkada 2024 mendatang.
Usai melakukan pertemuan dengan jajaran DPC PKB Gunungkidul, Endah Subekti mengaku pertemuan partainya dengan PKB merupakan momen bahagia antara kedua pihak. Sebab, keduanya pernah menjalin koalisi pada Pilkada 1999 yang saat itu dipilih melalui DPR dan berhasil mengutus kader sebagai kepala daerah.
"Mudah-mudahan sejarah dapat terulang kembali (memenangkan Pilkada 2024 Gunungkidul). Pertemuan kali ini juga terdapat kesamaan visi dan misi PDIP dan PKB untuk membangun daerah," ujar Endah kepada wartawan Senin (22/7).
Dalam pertemuan kedua partai itu, lanjut Endah, membahas mengenai syarat dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh PDIP untuk merebut hati PKB dalam rangka menjalin kerja sama politik. Namun tidak menutup kemungkinan PKB juga memiliki kader yang akan diusung untuk mendampinginya pada pilkada nanti.
"Kami akan mengikuti arahan dari ketua DPC PKB Gunungkidul beserta jajarannya. Dengan pertemuan ini menyatakan taaruf dengan PKB, ini menjadi awal yang positif," ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Gunungkidul Sutiyo berharap kerja sama politik yang terbangun nanti dapat memenangkan kandidat yang diusung pada Pilkada 2024. "Semoga koalisi PKB dan PDIP dapat terbangun dan bisa memenangkan Pilkada 2024. Pertemuan kali ini akan kami sampaikan ke jajaran yang lebih tinggi yakni DPW dan DPP," ujar Sutiyo.
Disinggung posisi Sunaryanta di PKB, Sutiyo menjelaskan pihaknya tengah melakukan proses penjajakan bakal calon bupati maupun wakil bupati yang menggunakan kendaraan partainya.
"Posisi kami masih dinamis. Mengenai incumbent Sunaryanta di PKB masih proses penjajakan. Mungkin tetap bersama incumbent atau bersama Endah Subekti yang merupakan bakal calon bupati nanti," jelasnya.
Sutiyo juga mengatakan, Golkar dan PKB hingga saat ini masih berkoalisi untuk mengusung kandidat pada Pilkada 2024. Dia juga belum dapat mengungkapkan arah dukungan Golkar dan PKB mengenai kandidat calon-calon kepala daerah nantinya. (ndi/laz)