Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh, Tahun Ajaran Baru, 13 Sekolah Swasta di Gunungkidul Nggak Ada yang Daftar Alias Tak Punya Murid

Gunawan RaJa • Senin, 22 Juli 2024 | 20:38 WIB
ILUSTRASI -  Sejumlah pelajar SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari melakukan aktivitas di dalam ruang kelas  (Doc Radar Jogja)
ILUSTRASI - Sejumlah pelajar SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari melakukan aktivitas di dalam ruang kelas (Doc Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Sebagian besar siswa baru tahun ajaran 2024-2025 wilayah Kabupaten Gunungkidul terserap di sekolah negeri. Berbeda dengan lembaga pendidikan swasta, diantaranya kekurangan murid bahkan belasan sekolah nol pendaftar.

Bidang Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gunungkidul Ngatemin membenarkan bahwa disejumlah wilayah, sekolah Muhammadiyah kekurangan siswa.

"Penyebabnya beragam, salah satunya karena antara jumlah lulusan dan daya tampung sekolah tidak berimbang, terutama di jenjang SD," kata Ngatemin pada Senin (22/7/2024).

Faktor berikutnya penyebab sekolah swasta kekurangan siswa, karena adanya kebijakan pemerintah yang perlu ditinjau kembali. Di sekolah SMP negeri jumlah kuota siswa per kelas dinaikkan.

"Dari semula 26 sampai 28 siswa per kelas sekarang dinaikkan menjadi 34 siswa per kelas, sehingga sekolah swasta ngga kumanan (tidak kebagian siswa)," ujarnya.

Seharusnya jika pemerintah konsisten tidak perlu menambah kuota siswa per kelas. Di jenjang SMAN juga demikian, menurutnya ada juga penambahan kuota.

"Ada penambahan kuota dimasing-masing kelas menjadi 36 dan 38 siswa," ucapnya.

Otomatis kalau sekolah negeri menambah kuota, otomatis sekolah swasta kekurangan murid. Oleh sebab itu pihaknya berharap agar kebijakan penambahan kuota kelas ditinjau kembali.

"Tapi itu kalau pemerintah masih berharap pendidikan swasta ingin tetap eksis," ucapnya.

Berbeda dengan SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, sekolah ini justru menerapkan sistem inden pada pendaftaran peserta didik baru (PPDB).

Baca Juga: Tips Ala Honda Istimewa Kenali Keselamatan Berkendara Untuk Buah Hati

Bagian Humas SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Tri Puji Rahayu mengatakan, sistem inden ternyata mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. Mereka rela menunggu demi demi mendapatkan layanan terbaik.

"Untuk pendaftaran tahun ajaran baru 2024-2025 kuota sudah penuh," kata Tri Puji Rahayu.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan animo peserta didik mendaftar di sekolah negeri tahun ini cukup besar.

"Kuota siswa di masing-masing kelas sudah terpenuhi semua," kata Nunuk Setyowati.

Daya tampung SMPN tahun ajaran 2024-2025 sebanyak 7.136 siswa, sementara jumlah pendaftar mencapai 7.913 dan sisa kuotanya 892 siswa. Jumlah rombongan belajar (rombel) masing-masing kelas 32 siswa tersebar disejumlah wilayah kapanewon.

"Kami tidak menambah jumlah rombel atau kelas, sampai saat ini kuota daya tampung siswa SMP negeri sudah terpenuhi semua," ujarnya.

Hanya diakui, untuk sekolah swasta berdasarkan pemetaan mengalami kekurangan siswa. Tidak hanya berlangsung di wilayah pinggiran namun juga perkotaan seperti Kota Wonosari.

"Dari data kami ada 13 SMP swasta yang daftar nol," ungkapnya.

Sekolah swasta nol pendaftar terpetakan berada di Kapanewon Gedangsari, Karangmojo, Paliyan, Playen, Ponjong, Rongkop, Semin, Tepus, Rongkop, Saptosari dan Kapanewon Wonosari.

"Sekolah negeri masih favorit," jelasnya.

Menurut Nunuk, penyebab pasti sekolah swasta kekurangan murid memerlukan pengkajian. Penyebabnya tidak hanya satu, namun juga ada faktor yang lain. (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Baru #Gunungkidul #Murid #swasta #Sekolah