Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kekeringan Melanda Kabupaten Gunungkidul, Petani Alami Kerugian Miliaran Rupiah 

Andi May • Kamis, 18 Juli 2024 | 02:45 WIB

Petani memanen tanaman pangan jenis padi di Kabupaten Gunungkidul.Andi May/Radar Jogja 
Petani memanen tanaman pangan jenis padi di Kabupaten Gunungkidul.Andi May/Radar Jogja 
 

 


RADAR JOGJA - Bencana kekeringan setidaknya menerjang ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul. Tanaman pangan yang diharapkan dapat menunjang perekonomian harus mengalami gagal panen akibat tak mendapatkan aliran irigasi imbas kemarau panjang. 

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, lahan pertanian yang gagal panen terluas yakni di Kapanewon Semin dan Ngawen. Bahkan, kerugian ditaksir mencapai Rp 1,6 Miliar. 

Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, sebanyak 242 hektare lahan pertanian di Kapanewon Semin mengalami gagal panen imbas kekeringan. Begitu pula dengan Kapanewon Ngawen seluas 92 hektare. Dua kapanewon itu menanam pangan dengan varietas padi. “Total luasan tanaman yang mengalami puso atau gagal panen 334 hektare," ujar Raharjo, Rabu (17/7). 

Lahan-lahan pertanian tersebut, kata Raharjo, masih mengandalkan sumber air tadah hujan. Kemarau panjang membuat para petani kesulitan mendapatkan akses air. 

Secara keseluruhan, Gunungkidul berhasil memanen padi seluas 45.530 hektare di 18 kapanewon. Jumlah produksi gabag kering giling mencapai 213.431 ton. Sedangkan untuk tanaman jagung sendiri, jumlah panen sebanyak 244.745 ton pipil kering. 
"Dengan produksi tersebut, maka cadangan pangan masyarakat aman dan dapat dikonsumsi untuk satu tahun ke depan," ucapnya. 

Dalam mengatasi bencana kekeringan, pigaknya telah memberikan rekomendasi BBM Solar bersubsidi untuk operasiona pompa air dengan biaya yang lebih murah dan terjangkau. Pihaknya juga telah melakukan pembangunan perpompaan dan perpipaan sebanyak 42 unit. "Jika dipersentasekan secara keseluruhan, lahan padi yang tedampak kekeringan hanya 5 persen," jelasnya. 

Kepala Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD BPTP DPP  Gunungkidul Nuryadi mengatakan, lahan pertanian di Kapanewon Semin seluas 1.939 hektar. Di antaranya tanaman padi dan jagung. Tanaman padi yang berhasil dipanen seluas 1.697 hektare. “Itupun karena memanfaatkan aliran Sungai Oya," ujar Nuryadi. 

Menurutnya, sejumlah lahan pertanian yang gagal panen dikarenakan tidak adanya sumber air di lokasi tersebut. Lahan-lahan pertanian yang dapat terselamatkan karena dekat dengan aliran Sungai Oya. "Kalau ditaksir, kerugian akibat gagal panen perhektarnya mencapai Rp 7 juta," ucapnya. 

Dia juga menyebut, sebagian lahan-lahan pertanian di Kapanewon Semin masih mengandalkan air tadah hujan untuk sawahnya. Hujan yang tak kunjung turun membuat tanaman pangan gagal panen. (ndi/din)

Editor : Satria Pradika
#Kekeringan #kerugian #dpp #padi #Petani #kabupaten gunungkidul