Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar apel kesiapsiagaan bencana di lapangan Alun-Alun Wonosari, Senin (15/7) pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengungkapkan, kekeringan imbas kemarau berkepanjangan mulai dirasakan sejak Bulan Juni 2024 lalu.
Dari data permintaan bantuan air bersih, warga yang bermukim di wilayah Selatan Gunungkidul merasakan dampaknya bencana kekeringan.
"Ratusan personel kami siapkan untuk mengatasi darurat kekeringan dan bencana-bencana alammya yang dapat terjadi pasa musim kemarau ini," ujar Purwono kepada awak media.
Dia mengatakan, puncak kekeringan terjadi pada Bulan Juli, Penetapan status darurat kekeringan akan berakhir pada awal Agustus 2024 mendatang.
Pihaknya juga telah menyiapkan 1.000 tangki air bersih untuk menjangkau permintaan air bersih hingga Oktober 2024.
Masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter air bersih yanh akan disalurkan ke wilayah terdampak.
Adapun jumlah yang sudah disalurkan tersebut terbagi ke lima kapanewon, meliputi Kapanewon Panggang, Saptosari, Tepus, Girisubo, dan Rongkop. Sedangkan proses pendistribusian bantuan air bersih berdasarkan permintaan dari masyarakat.
"Kami siapkan dari BPBD 1.000 tangki air, dan sampai saat ini sudah terdistribusi 288 tangki," jelasnya.
Ditegaskan BPBD optimistis anggaran pasokan air bersih yang sudah disiapkan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Bulan Agustus mendatang.
"Ada 13 kapanewon juga yang telah menyiapkan anggaran air bersih dalam mengatasi dampak kekeringan," jelasnya.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan penggunaan air. Dengan demikian, masyarakat dapat turut serta mengantisipasi dampak kekeringan.
"Masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan air," ucap Sunaryanta.
Selain kekeringan, lanjut Sunaryanta, bencana yang dapat terjadi saat kemarau panjang ialah kebakaran. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar sampah secara serampangan.
"Masyarakat yang sering bakar-bakar sampah dan sebagainya harus hati-hati. Kami juga akan terus mengingatkan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.
Editor : Bahana.