RADAR JOGJA - Niat hati ingin mengusir serangan monyet ekor panjang menggunakan petasan, Sarwanto, warga Padukuhan Gaduhan, Tanjungsari, Gunungkidul justru kehilangan jari tengah tangan kirinya.
Kejadian itu saat Sarwonto melihat ladang sawahnya didatangi oleh segerombolan monyet ekor panjang Selasa, (25/6) lalu. Dia lantas mengeluarkan petasan mercon dengan niatan mengusuir gerombolan hewan liar tersebut. "Sudah biasa pakai mercon untuk usir monyet masuk sawah, tapi saat itu petasan meledak di tangan saya," ujar Sarwonto kepada awak media, Kamis (11/6).
Tangan yang sudah berlumuran darah akibat ledakan petasan membuat dirinya dibawa ke puskesmas. Sarwonto dirujuk ke RS Sardjito untuk penanganan lebih serius. "Tapi ternyata jari tengah saya tak bisa disembuhkan sehingga harus diamputasi," ucapnya.
Dikatakannya, serangan monyet ekor panjang telah terjadi sejak lima tahun yang lalu. Monyet-monyet tersebut merusak dan membawa kabur tanaman pangan miliknya. Penggunaan petasan mengusir hama yang mengganggu telah dilakukan sejak setahun terakhir.
"Sekitar puluhan ekor monyet menyerang lahan saya, sebagian terpaksa gagal panen akibat ulah monyet-monyet itu," tuturnya.
Permasalahan serangan monyet ekor panjang ke lahan-lahan pertanian warga bukanlah kali pertama terjadi. Serangan secara bergerombolan itu merusak tanaman pertanian warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Hary Sukmono mengaku mengetahui adanya serangan monyet-monyet ekor panjang ke lahan pertanian warga. Apalagi di wilayah Selatan Gunungkidul yang masih banyak populasi monyet ekor panjang tersebut. "Serangan monyet tersebut dikarenakan keterbatasan sumber makanan dan air di wilayah selatan Gunungkidul," ujar Hary.
Pihaknya tengah melakukan kajian dengan akademisi terkait karakteristik monyet ekor panjang yang kerap membuat para petani resah. Menurutnya, monyet ekor panjang juga merasa terganggu terhadap aktivitas manusia. (ndi/pra)