RADAR JOGJA - Direktur Utama Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Gunungkidul dr. Chori Fadhilah Putri akhirnya buka suara mengenai tudingan malapraktik pada pasien yang berujung tangan bayi lumpuh.
Tudingan itu dilayangkan oleh seorang ibu bernama Nurul Isnaini Hidayah, 35, warga Wonosari, yang menjalani proses persalinan di RSIA Allaudya Gunungkidul pada Senin (3/4) lalu.
Adanya kejanggalan pada proses persalinan yang membuat Nurul Isnaini meyakini dirinya menjadi korban malapraktik. Salah satunya permintaan lahiran secara caesar yang tidak dipenuhi oleh pihak rumah sakit.
Kepada awak media, Chori Fadhila Putri membantah tudingan malpraktik yang dilakukan di rumah sakit yang dipimpinnya itu. Dia membenarkan, bayi yang dilahirkan i Nurul mengalami Brachyal Plexus pasca proses persalinan yang ditangani oleh dokter kandungan AR.
"Tindakan yang dilakukan oleh dokter kami (AR) berdasarkan hasil audit Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sudah sesuai dengan prosedur," ujar Chordi Fadhila, Rabu (10/7).
Menurutnya, pihaknya telah memberikan pertolongan secara optimal kepada ibu dan bayi. Tindakan yang dilakukan upaya maksimal dari petugas medis dengan mengedepankan keselamatan ibu dan bayi.
Terjadinya kelumpuhan pada tangan bayi, merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi. Dikatakannya, tidak ada perlakuan dari tim medis untuk membahayakan pasien dan bayi selama proses persalinan. Menurutnya, dalam setiap tindakan medis berpotensi munculnya komplikasi dan resiko medis. "Kami berdoa, semoga sang bayi segera pulih dan segera diberikan kesembuhan," tuturnya.
Menanggapi laporan dari Nurul ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), pihaknya siap mengikuti keputusan dari MKDKI. Namun, hingga saat ini belum adanya pemanggilan yang dilayangkan oleh pihak rumah sakit.
Mengenai permintaan caesar oleh ibu Nurul, petugas medis tidak pernah mendengar adanya permohonan itu dari pasien.”Semuanya telah kami periksa secara internal," jelasnya.
Penggunaan alat vacum saat persalinan, menurutnya telah disetujui oleh pihak keluarga pasien secara lisan. Mengingat, proses persalinan dalam kondisi kegawatdaruratan. "Pada saat itu juga kami yang mengajukan rujukan ke RS Sardjito mengenai kondisi tangan bayi yang lumpuh," tandasnya. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika