RADAR JOGJA - Kelompok Tani Sedyo Rukun, Padukuhan Gondang, Kalurahan Duwet, Wonosari, Gunungkidul meraup keuntungan puluhan juta rupiah dalam setahun hasil pertanian cabai.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, hasil tani tersebut berasal dari bantuan benih cabai yang diberikan dari pemerintah daerah kepada kelompok tani. "Berjumlah 1.000 batang ditanam di lahan selias 500 meter persegi oleh para petani," ujar Raharjo kepada awak media, Selasa (9/7).
Pada masa panen pertama menghasilkan sekitar 38 kilogram. Kemudian, masa panen kedua mencapai 160 kilogram cabai hijau. Namun demikian, harga cabai sangat dinamis sehingga keuntungan relatif berubah tiap panennya. "Pada masa panen pertama terjual dengan harga Rp 22 ribu per kilogram, cabai yang masih hijau juga menentukan harga jualnya," katanya.
Ketua Kelompok Tani Sedyo Rukun Suparno menjelaskan, dalam kurun waktu empat bulan pasca masa tanam benih cabai, pihaknya dapat memanen hingga 12 kali. Pada puncaknya, dapat memanen hingga 200 kilogram. "Bisa mencapai Rp 22 juta pertahunnya pada cabai luas lahan 500 meter persegi. Masa panen juga dipengaruhi dengan ketersediaan pupuk kompos," ijar Suparno.
Pupuk kompos sendiri menggunakan olahan kotoran ayam yang difermentasi dari ayam petelur. Kemudian, pemberian pupuk NPK pascamasa panen cabai agar merangsang pembuahan cabai berikutnya. "Tentunya dengan cukupnya ketersediaan air untuk lahan pertanian," tuturnya. (ndi/pra)