RADAR JOGJA - Kekeringan imbas kemarau kian parah di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siaga kekeringan hingga Agustus 2024 mendatang.
Tercatat hingga kini, BPBD Gunungkidul telah menyalurkan sebanyak 1,2 juta liter air bersih di beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kepala BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, penetapan siaga kekeringan sejak 1 Juni sampai 31 Agustus 2024 mendatang. Penetapan status tersebut berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) DIY.
"Berdasarkan prediksi BMKG puncak musim kemarau terjadi Juli sampai Agustus 2024, dan juga di beberapa wilayah sudah mengalami kekurangan air bersih," ujar Purwono kepada awak media, Senin (8/7).
Setidaknya, ratusan warga di sektor selatan Gunungkidul terus mengajukan permohonan air bersih. Selain akses sumber air yang minim, masyarakat yang bermukim di sektor selatan masih mengandalkan air tadah hujan.
BPBD juga mengakui, permintaan air bersih di masyarakat selalu bertambah setiap pekannya. Dampak kekeringan sangat berdampak pada masyarakat yang belum teraliri air PDAM. "Rerata permintaan dari warga yang bermukim di wilayah perbukitan, karena belum teraliri air dari PDAM," jelasnya.
Dia berkomitmen untuk terus menindaklanjuti permohonan air bersih dari masyarakat. Namun demikian, air bersih hanya boleh diperuntukan untuk minum dan mandi.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan, droping air bersih yang telah disalurkan sebanyak 240 tangki atau 1,2 juta liter. Droping air bersih menyasar Kapanewon Panggang, Telus, Rongkop, Girisubo dan Ngawen. "Permintaan droping air selalu ada tiap harinya, kami menindaklanjuti permohonan dari warga terdampak," ujar Sumadi.
Dikatakannya, beberapa hari terakhir hujan sempat turun. Namun dalam intensitas kecil. Air tadah hujan juga belum dapat menjangkau warga-warga yang kekurangan air bersih. "Air tadah hujan hanya dimanfaatkan untuk pertanian saja, kalau air bersih mengandalkan droping dari kami," jelasnya.
Dia menyebut, ketersediaan bantuan air bersih sebanyak 760 tangki. Jumlah tersebut diharapkan dapat memenuhi angka permohonan masyarakat hingga Oktober 2024 mendatang. (ndi/pra)
Editor : Satria Pradika