GUNUNGKIDUL - Ratusan guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah di Gunungkidul mengikuti asesmen kompetensi guru dan tenaga kependidikan (AKGTK). Tujuannya agar kemampuan guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik meningkat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kankemenag Gunungkidul Supriyanto mengatakan, kegiatan assessment digelar selama tiga hari. Pelaksanan secara online, hasilnya akan keluar bulan depan.
"Assessment diikuti lebih dari 200 guru madrasah se-Gunungkidul," kata Supriyanto pada Minggu (30/6/2024).
Dia menjelaskan, assessment yang dilakukan pada guru dan tenaga kependidikan madrasah sebagai metode pengukuran yang komprehensif.
"Khususnya untuk mendiagnosis kelebihan dan kelemahan kemampuan pedagogik dan profesional GTK,’’ ujarnya.
AKGTK dilaksanakan secara serentak se-Indonesia untuk memetakan kompetensi guru, kepala dan pengawas madrasah. Hasilnya akan digunakan untuk pembinaan dan pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
"Setelah guru-guru diassement diharapkan dalam menyampaikan pembelajaran semakin baik," ujarnya.
Kata dia, ini dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan madrasah sehingga endingnya mutu pendidikan di tingkat madrasah khususnya Gunungkidul meningkat.
"Assessment dilakukan setiap tahun," ucapnya.
Para peserta kemudian mendapatkan nilai-nilai tertentu. Kemampuan literasi, numerasi maupun sains dapat diukur. Jika dalam penilaian hasilnya kurang memenuhi syarat, peserta diberikan pelatihan dan workshop.
"Hasil asesmen juga digunakan oleh Kementerian Agama untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi GTK dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan madrasah," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Gunungkidul Muthohar menyampaikan pelaksanaan
AKGTK berlangsung di sekolahnya. Secara umum pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.
"Sarana komputer dan jaringan internet memadai,“ kata Mutohar. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin