RADAR JOGJA - Sejumlah warga Gunungkidul khususnya yang bermukim di wilayah Selatan mulai merasakan dampak dari kemarau berkepanjangan yakni kekeringan.
Wilayah yang sebagian besar terdiri dari batuan Karst membuat sulitnya warga untuk mengakses sumber air bersih dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum hingga memasak.
Masyarakat yang setiap harinya hanya mengandalkan air tadah hujan kini sulit mendapatkan sumber air bersih selama musim kemarau melanda. Setidaknya, warga di tiga Padukuhan, Kalurahan Girisuko, Panggang kini merasakan kekeringan semenjak hujan tak kunjung turun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono mengatakan, pihaknya telah menyalurkan 200 ribu liter air bersih di Kapanewon Panggang. "Sebanyak 40 tangki kami salurkan air bersih ke Kapanewon Panggang, khususnya di Kalurahan Girisuko," ujar Purwono kepada awak media, Jumat (21/6).
Penyaluran tersebut menyasar warga-warga yang bermukim di perbukitan yang notabenenya jauh dari sumber air. Sebagian masyarakat di Kalurahan Girisuko memanfaatkan sumber air dari Luweng Ngobaran. Selain itu, wilayah yang kini ikut merasakan dampak kekeringan yakni di Kalurahan Giripanggung, Kapanewon Tepus. "Kalau di Kapanewon Tepus sudah 40 tangki sudah kami salurkan, sekitar 200 ribu liter air," kata Purwono.
Dia menyebutkan, bantuan air bersih disalurkan menggunakan empat armada setiap harinya. Bantuan tersebut berdasarkan permintaan-permintaan warga yang dikirimkan ke BPBD Gunungkidul. Dalam sehari, kata Purwono, pihaknya mengirimkan sebanyak empat kali untuk satu wilayah terdampak. Jika di akumulasikan, pihaknya mengirim 16 tangki per-harinya atau setara 80 ribu liter air bersih.
Tidak menutup kemungkinan, kata Purwono, wilayah kekeringan akan terus bertambah khususnya di Selatan Gunungkidul. Dari data yang sebelumnya pernah terdampak yakni, Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari, Saptosari, Panggang, dan Purwosari. "Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih," tuturnya.
Penyaluran bantuan air bersih ditampung ke bak-bak penampungan yang dapat dimanfaatkan seluruh warga sekitar. Dikatakannya, bak penampungan air warga berkapasitas sampai dengan 10 ribu liter air.
Purwono juga menyampaikan, dalam menghadapi kemarau panjang, pihaknya telah menyiapkan 1.000 tangki yang ditargetkan dapat disalurkan sampai Bulan Oktober 2024 nanti. (ndi/pra)
Editor : Satria Pradika