RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul menyampaikan selama libur lebaran Idul Adha 2024 angka kunjungan objek wisata pantai mengalami penurunan.
Jika dibandingkan dengan momen libur di akhir Mei 2024 dengan jumlah kunjungan mencapai 67 ribu orang. Sedangkan, angka kunjungan wisatawan di libur Idul Adha, mengalami penurunan signifikan hanya 32.403 wisatawan.
Kepala Bidang Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul Supriyanta mengatakan, objek-objek wisata sepanjang Juni 2024 nampak sepi.
"Wisatawan rata-rata ke pantai, namun tidak sepadat seperti libur-libur biasanya," ujar Supriyanta saat dihubungi, Selasa (18/6).
Sepinya wisatawan juga berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sebesar Rp 330 juta. Angka itu mengacu pada libur lebaran sejak Sabtu, (15/6) sampai Senin (19/6). Puncak kunjungan terjadi pada hari Minggu dengan total pengunjung 14.690 orang.
"Sedangkan target kami itu mencapai 188.017 wisatawan untuk Bulan Juni, sekarang baru 25 persen tercapai," terangnya.
Dia mengungkapkan, penurunan wisatawan sejak kebijakan pembatasan study tour di luar-luar daerah. Apalagi, Gunungkidul merupakan daerah penerima wisatawan, khususnya wisata Pantai.
"Kebijakan pembatasan study tour lumayan berpengaruh pada objek wisata, apalagi dengan gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari kemarin," ucapnya.
Namun begitu, pihaknya telah berkoordinas dengan dinas-dinas terkait mengenai kebijakan pembatasan study tour. Pihaknya juga memastikan objek wisata di Gunungkidul masih terbilang aman.
"Kami juga telah berkoordinasi dengan Pemda DIY, apalagi daerah kami merupakan penerima wisatawan, mengenai kebijakan tersebut telah kami koordinasikan dengan biro-biro perjalanan," pungkasnya.
Untu target PAD Wisata Tahun 2024 sebesar Rp 28,6 milyar. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengadakan event-event agar dapat mendongkrak angka pengunjung. (ndi)