Sapi yang rencananya akan dikurbankan itu merupakan satu-satunya sapi yang akan disembelih dan dagingnya akan dibagi-bagikan ke 95 keluarga.
Sapi seharga Rp 23 juta itu dibeli dengan cara urunan warga setempat.
Salah seorang warga Dengok Budi Sibad mengatakan, dirinya bersama dengan enam warga lainnya membeli seekor sapi yang akan rencananya akan diqurbankan di Masjid Salfiyah pada hari raya Idul Adha kemarin.
"Sapi itu tiba pada Minggu sore kemarin, kemudian kami ikat dipohon jati menggunakan tali nilon tepat di samping masjid," ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (18/6).
Seperti hewan ternak pada umumnya, sapi tersebut diberi makan sebelum akhirnya ditinggalkan oleh warga setempat.
Pada malam takbiran, warga setempat masih melihat sapi tersebut berdiri di samping pohon yang mengikatnya.
Keesokan paginya pasca pelaksanaan sholat Idul Adha, anak-anak melaporkan ke warga bahwa melihat sapi tersebut sudah tidak bergerak sama sekali.
"Anak-anak itu melapor ke saya bahwa sapinya tidak berdiri-berdiri, pas saya cek ternyata sapinya telah mati dengan posisi berbaring ke tanah dan kaki terlilit tali," terangnya.
Dia menduga, sapi hendak melepaskan tali ikatan dengan menempelkan tanduknya ke pohon jati tersebut. Karena saat ditemukan, posisi kepala dari sapi menempel di batang pohon itu.
"Tali itu kan mengikat di hidung sapi dan kakinya terlilit, kemungkinan ikatannya semakin kencang karena upaya sapi melepaskan diri," lanjutnya.
Alhasil, warga setempat tidak jadi mengonsumsi daging sapi tersebut.
Mengingat sapi mati bukan karena disembelih, warga memilih untuk menguburkan sapi tersebut.
Warga yang melakukan urunan juga telah mengikhlaskan kejadian tersebut.
"Kurban kemarin, hanya delapan ekor kambing dan sudah kami bagi-bagikan ke warga, kejadian ini baru pertama kali kami alami, warga juga ikhlas," ucapnya.
Lurah Dengok Suyanto mengatakan, sapi tersebut dibeli warga dalam keadaan sehat. Hewan qurban tersebut juga tidak menunjukan tanda-tanda mengidap penyakit.
"Diikat di pohon Selatan masjid dalam kondisi sehat, matinya sapi tersebut lantaran tali ikatannya semakin kencang saat berupaya melepaskan diri," ujar Suyanto.
Dia juga menerangkan, tidak ada warga atau panitia qurban yang menjaga setiap saat di sekitar sapi tersebut. Sapi telah ditemukan mati pada pagi hari setelah warga melaksanakan Sholat Idul Adha.
"Sapi langsung dikubur di lahan shohibul qurban," pungkasnya.
Editor : Bahana.